BANTUL, medianasional.id – Video yang memperlihatkan kemunculan api dari permukaan tanah di pekarangan warga Kalurahan Munthuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul pun turun ke lokasi untuk menyelidiki penyebab munculnya api tersebut.
Video berdurasi 56 detik yang diunggah akun TikTok yihaa010 itu memperlihatkan api keluar dari permukaan tanah di pekarangan warga. Peristiwa tersebut menarik perhatian masyarakat karena sumber api belum diketahui secara pasti.
Fenomena itu memunculkan berbagai dugaan, termasuk kemungkinan adanya gas yang keluar dari dalam tanah. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai penyebab kejadian tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan pihaknya masih melakukan investigasi lapangan untuk memastikan sumber dan pemicu munculnya api.
Menurutnya, petugas belum dapat menyimpulkan apakah fenomena tersebut disebabkan oleh faktor alam atau faktor lainnya.
“Pihak berwenang masih melakukan investigasi lapangan karena belum dapat memastikan apakah pemicunya berasal dari fenomena alam atau faktor lain,” demikian keterangan yang disampaikan terkait penanganan kejadian tersebut.
DLH Bantul melakukan penelusuran guna memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi di lokasi serta memastikan penyebab kemunculan api.
Fenomena ini mengingatkan pada temuan gas di dalam tanah yang pernah diteliti tim Universitas Gadjah Mada (UGM) di wilayah Sleman. Meski demikian, kemiripan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kejadian di Munthuk memiliki penyebab yang sama.
Masyarakat diimbau tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan pihak berwenang diketahui. Warga juga sebaiknya menjaga jarak dari titik kemunculan api dan tidak melakukan percobaan menyalakan api di sekitar lokasi sampai kondisi dinyatakan aman.
Hasil investigasi DLH Bantul diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai sumber api yang muncul dari permukaan tanah tersebut.(red).






