Hari Santri Nasional 2026, Pemdes Kalijurang Kobarkan Semangat Religius dan Cinta Tanah Air

Brebes, Jawa Tengah81 Dilihat

BREBES, medianasional.id – Pemerintah Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mengobarkan semangat religius, perjuangan, dan cinta Tanah Air melalui upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar di Lapangan Pejaten, Kamis (22/10/2026).

Upacara berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kepala Desa Kalijurang Edi Riyanto, S.H., M.H., perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, PKK, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar di wilayah Kalijurang.

Peringatan Hari Santri Nasional tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman, persatuan, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat atas peran besar para ulama dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“Para santri telah memberikan teladan bahwa cinta agama harus berjalan beriringan dengan cinta Tanah Air. Dengan ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan semangat pengabdian, santri memiliki peran penting dalam membangun masyarakat serta menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Menurut Edi, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga karakter yang kuat, akhlak mulia, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional dapat memotivasi generasi muda Desa Kalijurang untuk semakin giat menuntut ilmu, memperkuat iman dan takwa, menjaga akhlakul karimah, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.

“Kepada seluruh santri, teruslah belajar, hormati guru dan orang tua. Jadilah generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga mulia dalam perilaku. Jadilah santri yang mampu membawa perubahan positif bagi keluarga, desa, bangsa, dan agama,” pesannya.

Semarak Hari Santri Nasional 2026 di Desa Kalijurang tidak hanya terlihat dalam pelaksanaan upacara bendera. Berbagai kegiatan turut digelar untuk melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan dan pelestarian tradisi keagamaan.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba kaligrafi, parade 100 terbang, upacara bendera, bersih makam, hingga pasar rakyat.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjaga tradisi dan nilai-nilai keagamaan yang telah berkembang di tengah masyarakat.

Pemerintah Desa Kalijurang menyampaikan apresiasi kepada seluruh organisasi, panitia, peserta, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

Edi menilai pembangunan desa harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu disertai pendidikan, pembinaan akhlak, dan pembentukan karakter generasi muda.

“Mari kita jadikan Hari Santri sebagai pengingat bahwa membangun desa harus diiringi pembangunan akhlak, pendidikan, dan karakter generasi muda. Dari Desa Kalijurang, mari kita kobarkan semangat santri untuk Indonesia yang lebih maju, berakhlak mulia, dan bermartabat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mengambil bagian dalam pembangunan desa sesuai dengan peran masing-masing.

“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, cinta Tanah Air, dan siap mengabdi untuk masyarakat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan meridai setiap langkah kita dalam membangun Desa Kalijurang yang religius, rukun, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Desa Kalijurang diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai religiusitas, menumbuhkan semangat cinta Tanah Air, serta membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki jiwa pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses