Aksi Mahasiswa di DPRD DIY Sempat Memanas, Massa dan Polisi Saling Dorong

DI.Yogyakarta72 Dilihat

YOGYAKARTA, medianasional.id – Aksi penyampaian aspirasi sejumlah elemen mahasiswa di depan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, berlangsung dinamis dan sempat memanas. Ketegangan terjadi ketika sebagian massa berupaya menerobos masuk ke gedung dewan hingga diwarnai aksi saling dorong dengan aparat kepolisian dan lemparan botol air mineral.

Aksi tersebut melibatkan sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai kampus dan aliansi yang menyampaikan aspirasi bertepatan dengan momentum dua tahun masa pemerintahan.

Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar pukul 14.00 WIB, massa berpakaian hitam tanpa atribut kampus dengan membawa spanduk bertuliskan “Yogyakarta Melawan” masih bertahan di depan gedung DPRD DIY. Sementara itu, rombongan mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memilih mundur dari lokasi.

Situasi mulai memanas sekitar pukul 14.20 WIB ketika sebagian massa berupaya masuk ke gedung DPRD DIY. Upaya tersebut memicu gesekan dan aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Ketegangan sempat mereda saat azan Ashar berkumandang.

Di tengah orasi yang disampaikan Forum BEM DIY dan BEM Nusantara, sejumlah peserta aksi yang mengenakan pakaian hitam dan penutup wajah dilaporkan melakukan aksi vandalisme. Aksi tersebut berupa pencoretan tembok gedung dan penempelan poster. Selain itu, terjadi pula pelemparan benda ke arah petugas.

Ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Sebagian massa kembali berupaya menerobos barikade aparat hingga terjadi aksi saling dorong. Sejumlah botol air mineral terlihat dilemparkan ke arah petugas. Beberapa peserta aksi juga tampak terjatuh di tengah kerumunan sebelum massa akhirnya didorong mundur oleh personel pengendali massa (Dalmas).

Aksi di Titik Nol Kilometer Relatif Kondusif

Di tengah situasi yang sempat memanas di depan Gedung DPRD DIY, kegiatan penyampaian aspirasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dilaporkan berlangsung relatif tertib dan kondusif.

Petugas dari Polda DIY dan Polresta Yogyakarta melakukan pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban di kawasan pusat kota.

Kepolisian mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan sesuai ketentuan. Massa juga diminta tidak mudah terprovokasi sehingga situasi keamanan di Kota Yogyakarta tetap terjaga.

Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan Situasional

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat aktivitas massa, pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas diberlakukan secara situasional di sejumlah titik kawasan pusat Kota Yogyakarta.

Di kawasan Abu Bakar Ali, arus kendaraan dari Jalan Mataram dan Mayor Suryotomo dapat dialihkan ke arah timur melalui Jalan Yos Sudarso atau Simpang Tiga Legend, maupun ke arah barat melalui Jalan Pasar Kembang, menyesuaikan kondisi di lapangan.

Sementara itu, di kawasan Simpang Empat Titik Nol Kilometer, akses kendaraan dari Jalan Malioboro dialihkan ke arah barat. Pengaturan arus kendaraan dari kawasan Gondomanan, Pangurakan, dan sekitar RS PKU Muhammadiyah juga menyesuaikan situasi lalu lintas serta arahan petugas di lapangan.

Masyarakat yang hendak melintas di kawasan Malioboro dan sekitarnya diimbau mengikuti arahan petugas serta mempertimbangkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

Pengamanan dan rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus memastikan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketertiban umum.(red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses