Kasus Kebakaran di Bantul Meningkat Saat Kemarau Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

DI.Yogyakarta63 Dilihat

BANTUL,medianasional.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di tengah kondisi musim kemarau ekstrem. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta memastikan kondisi rumah dan lingkungan tetap aman.

Berdasarkan data kebakaran Kabupaten Bantul periode 1 Januari hingga 20 Oktober 2026, tercatat sebanyak 427 kejadian kebakaran. Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup signifikan sejak Juni 2026.

Pada Januari tercatat 16 kejadian, Februari 19 kejadian, Maret 22 kejadian, April 16 kejadian, dan Mei 19 kejadian. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 32 kejadian pada Juni, 63 kejadian pada Juli, 78 kejadian pada Agustus, dan mencapai puncaknya sebanyak 95 kejadian pada September.

Sementara itu, hingga 20 Oktober 2026, tercatat 67 kejadian kebakaran. Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kebakaran perlu mendapat perhatian serius, terutama saat cuaca panas dan kondisi lingkungan kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang berpotensi menimbulkan api.

Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membersihkan lahan menggunakan api, khususnya saat cuaca panas dan angin bertiup kencang. Aktivitas tersebut berisiko memicu api merambat ke area sekitarnya dan menyebabkan kebakaran yang lebih luas.

Selain itu, warga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang untuk mencegah munculnya sumber api, terutama di area yang banyak terdapat daun kering atau bahan mudah terbakar.

BPBD Bantul juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi kompor, instalasi gas, peralatan elektronik, serta kabel listrik secara berkala guna mengantisipasi kebakaran akibat kebocoran gas maupun korsleting listrik.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan menyediakan sarana pemadam kebakaran sederhana, seperti air, pasir, atau alat pemadam api ringan (APAR), di lokasi yang mudah dijangkau.

Apabila terjadi kebakaran, warga diminta tetap tenang, segera memberikan peringatan kepada orang-orang di sekitar, dan melakukan pemadaman dini apabila situasi aman untuk ditangani. Jika api membesar atau tidak dapat dikendalikan, masyarakat harus segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan mengutamakan keselamatan jiwa.

BPBD Bantul berharap partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pencegahan dapat menekan risiko kebakaran selama musim kemarau. Kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi keselamatan warga, rumah, serta lingkungan sekitar.(red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses