Terindikasi Dana Bos SMA 5 Bermasalah, Kadisdikbud Malut Diminta Copot Kepala Cabang Dinas Halsel

Maluku Utara305 Dilihat
Foto istimewah. (FT-TO)

Medianasional.id

Labuha – Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Utara, Imam Mahdi diminta untuk segera mencopot kepala Cabang Dinas Pendidikan di Halmahera Selatan.

Permintaan pencopotan ini disampaikan oleh Ketua pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Gane Barat, Muh Tahir sahid kepada media ini, Sabtu (23/10/2021).

Disampaikan (red-Muh Tahir), perihal ini bermula dari tidak adanya transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA 5 Halmahera Selatan oleh kepala sekolah hingga mengakibatkan Para Guru melakukan aksi Mogok belajar mengajar dan berujung polimik di kalangan masyarakat Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Dari masalah ini, kami dari Gerakan Pemuda Marhaenis telah mengecek dilapangan dan meminta keterangan kepada para dewan guru yang telah melakukan aksi mogok belajar mengajar, memberikan keterangan bahwa pada hari Kamis, tanggal 21-10- 2020 telah melakukan pertemuan dengan perwakilan cabang dinas, namun terkesan ada perlindungan kepada kepsek SMA 5 Halsel,terlihat dari proses rapat yang mendominasi di pihak kepala sekolah SMA 5 Halsel, dan bahkan ruang bagi para guru untuk menyampaikan aspirasi terkesan dibatasi,” Katanya.

“Alhasil, rapat yang dipimpin kepala cabang Dinas Halmahera Selatan tidak ada hasil sesuai dengan tuntutan para guru,” lanjutnya.

Menurut Muh Tahir sahid, dalam pengunaan dana Bos sudah seharusnya  mengacu pada Permendikbut nomor 6 tahun 2021 pasal 2 huruf e, bahwa transparansi menjadi hal yang wajib.

Lanjut dia, sementara selama Kepala Sekolah SMA 5 Halmahera Selatan menjabat selama 2 tahun, tidak ada transparansi, bahkan penggunaan dana bos yang pada dasarnya mengacu pada Rencana kerja sekolah (RKS) terlihat diabaikan. Kemudian tim Dana BOS tidak dibentuk.

“olehnya itu kami dari Gerakan Pemuda Marhaenis Kecamatan Gane Barat menilai yang terjadi di SMA 5 Halsel diduga kuat ada penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh kepsek SMA 5 Halsel,” bebernya.

Tak hanya itu, atas nama organisasi pihaknya juga meminta kepada kepala dinas pendidikan provinsi Maluku Utara untuk segera mencopot kepala sekolah SMA 5 Halsel dari jabatan-nya, dan meminta inspektorat Provinsi Maluku Utara segera melakukan audit luar biasa di SMA 5 Halmahera Selatan.

“Apabila tuntutan kami tidak di indahkan maka PAC gerakan pemuda marhaenis Kecamatan Gane Barat akan berkordinasi dengan DPC dan DPD Gerakan Pemuda Marhaenis provinsi Maluku Utara untuk melakukan aksi besar-besaran,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublikasi, awak media ini masi kesulitan untuk menghubungi kepala Cabang Dinas Pendidikan Halmahera Selatan terkait perihal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses