
MOROTAI | medianasional.id — Kasus Hilangnya Rahmayanti, Sementara telah di tangani Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Pulau Morotai untuk melakukan penyelidikan lebih jauh terkait dugaan membawa kabur Rahmayanti Dano Kader alias Ama (18), remaja perempuan asal Desa Loleo, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai. Jumat (2/10/2026)
Rahmayanti sebelumnya di kabarkan hilang dan meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga pada 29 Juli 2026. Setelah dilakukan pencarian, Rahmayanti kemudian ditemukan pihak keluarga di Desa Gorua, Kabupaten Halmahera Utara, pada 6 September 2026.
PS Kanit Pidum Polres Pulau Morotai, Bripka Absar, S.H., saat ditemui medianasional.id di ruang kerjanya pada Rabu (30/09/2026) menjelaskan bahwa perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui secara utuh kronologi dan fakta yang terjadi.
“Yang pasti di dalam laporan ini belum tahu siapa keterlibatannya. Si terlapor pun juga belum tentu kita tuduh atau terduga pada dia. Ini masih dalam ranah penyelidikan,” kata Absar.
Menurut Absar, polisi sebelumnya telah memeriksa empat orang. Selanjutnya, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam saksi pada Kamis 1 Oktober 2026 berdasarkan surat undangan yang dikeluarkan Kepolisian dengan Nomor: B/1197/X/2026/Reskrim.
“Untuk saat ini yang sudah kita periksa baru empat. Besok enam orang. Masih ada lagi sekitar puluhan, karena ada beberapa yang berada di pulau, ada yang tinggal di Leo-Leo, ada yang di Towara, dan lain-lain,” ujarnya.
Absar mengatakan pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap terhadap pihak-pihak yang dinilai mengetahui rangkaian peristiwa tersebut, termasuk keluarga, orang yang disebut mengetahui keberadaan Rahmayanti, serta pihak lain yang disebut pernah mengantar atau bersama Rahmayanti selama berada di luar rumah.
Sementara itu, pihak keluarga Rahmayanti menyampaikan sejumlah informasi yang mereka peroleh setelah Rahmayanti ditemukan. Perwakilan keluarga, Dedi Danokader, mengatakan pihak keluarga menduga selama 38 hari berada di luar rumah, terdapat pihak lain yang mengetahui atau membantu keberadaan Rahmayanti.
Dalam keterangan pihak keluarga, salah satu yang disebut diduga mengetahui keberadaan Rahmayanti adalah Kepala Sekolah SMK berinisial YB.
Namun, terkait informasi tersebut, Absar menegaskan bahwa penyidik belum menemukan dasar untuk menyatakan adanya keterlibatan YB dalam perkara tersebut.
Absar mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Sementara yang di lakukan pada Jumat, 25 September 2026 Kemarin, YB disebut pernah melihat Rahmayanti pada hari kedua setelah meninggalkan rumah. Namun, menurut keterangan yang disampaikan kepada penyidik, YB tidak sempat menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga.
“Dia lihat saja, tetapi dia lihat di hari kedua kalau tidak salah, menurut dia, toh? Tetapi dia tidak sampaikan ke keluarga saja,” Jelasnya.
Absar menegaskan bahwa keterangan tersebut masih menjadi bagian dari bahan penyelidikan dan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan seseorang.
Terkait dugaan adanya pihak tertentu yang disebut sebagai “otak” dalam peristiwa tersebut, Absar mengatakan polisi belum dapat memastikan hal itu.
Menurutnya, penyidik masih perlu memeriksa terlapor serta pihak-pihak lain untuk mengetahui apakah terdapat pihak yang menyuruh, mengarahkan, atau memiliki peran tertentu dalam peristiwa tersebut.
“Kalau seandainya terlapor torang sudah periksa, seandainya dia menjelaskan bahwa orang ini yang suruh saya, orang ini yang suruh saya, berarti di situ nanti baru torang bisa ambil kesimpulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyidik tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh pihak yang berkaitan diperiksa dan keterangan yang diperoleh diuji melalui proses penyelidikan.
Absar mengatakan penyidik masih akan mengumpulkan seluruh keterangan sebelum menentukan ada atau tidaknya unsur tindak pidana serta pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Setelah terkumpul semua keterangan yang ada, baru kita gelar perkara. Apakah ada perbuatan pidana di dalam persoalan ini atau bagaimana,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai motif maupun pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi masih berlangsung dan penyidik menyatakan akan melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh dari pihak keluarga maupun saksi lainnya.
