KOTA BANDUNG, medianasional.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengawasan terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas pangan yang dinilai sensitif, khususnya kelompok bawang dan cabai. Langkah antisipatif ini diambil oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga sekaligus mengamankan daya beli masyarakat di tengah ancaman fluktuasi pasokan.
.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa komoditas bawang kini menjadi perhatian utama instansinya. Tingginya permintaan pasar di Kota Kembang—terutama dipicu oleh geliat industri kuliner dan sektor pariwisata—tidak berbanding lurus dengan stabilitas produksi dari daerah penyuplai utama, seperti Kabupaten Brebes.
.
“Harga yang sangat rentan adalah beberapa komoditas yang sensitif terhadap kenaikan. Permintaan warga Bandung terhadap bawang Brebes ini tinggi sekali, sementara produktivitas di sana cenderung naik turun,” ujar Farhan pada Senin (21/8/2026).
.
Selain bawang merah lokal, Pemkot Bandung juga mencermati pasokan komoditas impor seperti bawang putih dan bawang bombai. Kondisi ini kian menantang menyusul adanya potensi kekeringan di sejumlah wilayah sentra produksi yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Kendati demikian, Farhan berharap masa tanam yang dimulai pada September mendatang berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Guna mengamankan rantai pasok, Pemkot Bandung memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan. Pemerintah memastikan distribusi bahan pangan segar dari 16 provinsi mitra dan komoditas impor tetap mengalir lancar melalui dua hingga tiga pasar induk utama di Kota Bandung.
.
Di samping penguatan jalur distribusi, operasi pasar murah juga disiapkan sebagai jaring pengaman sosial. Program ini akan menyasar kelompok masyarakat rentan berdasarkan data pemetaan dari tingkat kelurahan. Namun, Farhan mengimbau warga untuk memahami adanya perbedaan karakteristik produk yang disediakan dalam operasi pasar.
.
“Operasi pasar tetap berjalan untuk kelompok yang daya belinya rentan. Namun harap maklum, kualitas barang murah ini tentu berbeda dengan kualitas supermarket. Misalnya untuk beras, kami menyediakan beras SPHP, sedangkan untuk varian premium harganya tetap mengikuti mekanisme pasar,” pungkasnya.
Berdasarkan data terkini, berikut adalah rincian harga komoditas cabai, bawang, dan beras di pasar daerah Kota Bandung:
Daftar Harga Cabai dan Bawang per Kilogram:
-
Cabai Rawit: Rp60.000
-
Cabai Rawit Hijau: Rp45.000
-
Cabai Merah Besar: Rp45.000
-
Cabai Merah Keriting: Rp40.000
-
Bawang Merah Sedang: Rp35.000
-
Bawang Merah Besar: Rp40.000
-
Bawang Putih: Rp40.000Daftar Harga Beras di Kota Bandung:
-
Beras Ramos (5 kg): Rp64.000 / Rp54.800 / Rp50.000 (bervariasi tergantung kualitas)
-
Beras Ramos (25 kg): Rp395.000
-
Beras Super Premium (5 kg): Rp56.000
-
Beras Super Premium (25 kg): Rp455.000
-
Beras SLYap Ramos (25 kg): Rp405.000
-
Beras Rojolele (25 kg): Rp447.500
-
Beras Ramos Swan (25 kg): Rp447.500.






