BANDUNG, medianasional.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi memulai langkah strategis menuju peremajaan transportasi publik lewat proyek uji coba angkot listrik bertajuk Bandung Angkot Utama. Inisiatif kendaraan bebas polusi ini dirancang sebagai pengumpan (feeder) guna mendukung sistem Bus Rapid Transit (BRT) serta mempercepat integrasi seluruh moda transportasi di Kota Kembang.
.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pengadaan armada ramah lingkungan ini sama sekali tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skema pengadaan bergulir murni secara business-to-business (B2B) antarpelaku usaha UMKM.
.
“Pemerintah tidak boleh berbisnis. Jadi pengadaannya oleh Koperasi Pemilik Angkutan Masyarakat (KOPAMAS), membeli dari Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atau provider. Pemerintah hanya memberikan izin dan melakukan enforcement (penegakan aturan),” ujar Farhan dalam keterangan resminya, Jumat (18/9/2026).
.
Nasib Sopir Angkot Konvensional Dijamin Aman
Pihak pemkot juga memastikan transformasi ini tidak akan mematikan mata pencaharian para sopir angkot lama. Proyek ini murni merupakan program peremajaan unit lama, bukan penambahan armada baru yang berpotensi memicu persaingan tidak sehat.
.
Menariknya, manajemen operasional angkot listrik ini akan diubah total. Sistem kejar setoran dan kebiasaan mengetem sembarangan akan dihapus. Sebagai gantinya, para pengemudi akan dialihkan ke skema berbasis gaji harian atau bulanan tetap.
.
Fasilitas Premium dan Pembayaran Nontunai
Untuk mendongkrak kenyamanan dan keamanan penumpang, Bandung Angkot Utama dibekali berbagai fasilitas modern. Setiap unit telah dilengkapi dengan:
- Pendingin udara (AC)
- Layanan internet Wi-Fi gratis
- Kamera pengawas (CCTV)
- Kursi prioritas khusus penyandang disabilitas
Sistem pembayaran sepenuhnya menggunakan metode nontunai (cashless) dengan tarif flat sebesar Rp 7.000.
.
Migrasi Bertahap Dimulai
Ketua Kopamas Kota Bandung, Budi Kurnia, memaparkan bahwa organisasinya saat ini mengelola sekitar 475 unit angkutan publik dan siap melakukan migrasi kendaraan listrik secara bertahap.
.
Sebagai langkah awal, dua unit angkot listrik berbasis Indomobil Foton telah diterjunkan untuk uji coba. Bahkan, salah satu unit dilaporkan telah sukses beroperasi selama satu bulan di koridor kawasan Bandara Internasional Husein Sastranegara. Untuk menjaga performa kendaraan, seluruh operasional armada nantinya akan dipusatkan di sebuah sistem pool terpadu guna kebutuhan perawatan rutin dan pengisian daya baterai.






