Raja Ampat, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat akan segera melaksanakan uji kompetensi untuk JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) Pratama (Eselon II b). Proses penentuan calon pemangku JPT Pratama melalui seleksi terbuka yang mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja calon.
“Pimpinan berkeinginan untuk pengisian jabatan disesuaikan dengan kemampuan. Untuk itu, kami segera membentuk tim, dan tim sudah dalam pembentukan untuk uji kompetensi, setelah lebaran Idul Adha tahun ini pelaksanaannya,” kata Sekda Raja Ampat, Yusuf Salim kepada sejumlah wartawan, usai menghadiri Pelantikan JPT Pratama, dan Jabatan Administrator serta Jabatan Pengawas lingkungan Pemkab Raja Ampat, di Gedung Assesment Center BKPSDM, Waisai Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Kemarin Senin (19/5/2025) sore.
Menurtnya, tim penilai uji kompetensi selain dari internal juga melibatkan dari pihak eksternal. “Untuk di internal otomatis saya sebagai ketua, dari eksternal 2 (dua) dari Universitas, dan 1 (satu) dari masyarakat yang pernah mengabdi namun telah pensiun. tim ini sudah kami bentuk, nanti ada tahapan-tahapan yang akan dilalui,” tutur Sekda.
Sekda berujar, saat ini semua usulan tidak harus dibawa ke Jakarta, tetapi semua perencanaan uji kompetensi itu cukup dimasukan dalam bentuk aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat proses uji kompetensi. “Karena ini aplikasi terkadang terkendala dengan jaringan internet, sehingga bisa saja terjadi kesalahan dalam perencanaan, sehingga perlu adanya perbaikan. Tapi target kami paling lambat usai lebaran Idul Adha tahun ini,”terangnya.
Sekda menambahkan, bahwa uji kompetensi seperti biasanya melibatkan pihak lain seperti assessor. Setelah uji kompetensi pimpinan daerah diberikan ruang untuk melihat dari perolehan skors, angka bagi peserta uji kompetensi. “Assessor itu yang sudah memiliki sertifikasi untuk melakukan penilaian peserta uji kompetensi, selama ini kita undang assessor dari Makassar,” pungkasnya.
Tim Liputan medianasional.id






