Papua Barat Daya, medianasional.id-Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) selaku TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Program TEKAD Bersama Jajaran TEKAD, Korkab. Faskab, dan Fasdis terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal melalui pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKamp).
Salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah usaha pengolahan kepiting asap yang dikelola BUMKamp Bekitem, Kampung Warimak, Distrik Tiplol Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat
Usaha kepiting asap BUMKamp Bekitem merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi sumber daya lokal yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi hasil perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kampung Warimak.
Ketua TPK Program TEKAD Kabupaten Raja Ampat, Nur Albi Basyir Umkabu dalam Kunjungan kerjanya menyampaikan, bahwa keberadaan BUMKamp harus mampu menjadi penggerak ekonomi kampung dengan mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Kami melihat usaha kepiting asap yang dikembangkan BUMKamp Bekitem sebagai sebuah potensi ekonomi kampung yang perlu dijaga keberlanjutannya. Yang paling penting bukan hanya bagaimana usaha ini dimulai, tetapi bagaimana produksi dapat terus berjalan, dikelola secara baik, memiliki pasar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Albi
Menurutnya, keberlanjutan usaha BUMKamp membutuhkan dukungan berbagai aspek, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan bahan baku, kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga tata kelola keuangan.
Karena itu, Ketua TPK Tekad yang di dampingi Jajaran TEKAD mendorong Pemerintah Kampung Warimak dan pengelola BUMKamp Bekitem untuk terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan usaha.BUMKamp diharapkan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu membangun sistem usaha yang terencana dan berkelanjutan.
“BUMKamp harus dikelola dengan pendekatan bisnis, tetapi tetap memiliki orientasi pemberdayaan masyarakat. Artinya, keuntungan usaha penting, namun manfaat ekonominya juga harus dapat dirasakan oleh masyarakat kampung,” jelas Albi melalui pesan WhatsApp,Kamis (1/10/2026).
Ia menilai, Pengembangan kepiting asap juga memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal. Pengolahan hasil perikanan menjadi produk siap konsumsi memungkinkan komoditas tersebut memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan apabila hanya dipasarkan sebagai bahan baku.
“Selain itu, kegiatan produksi dapat membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam berbagai tahapan usaha, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan demikian, keberadaan BUMKamp dapat membangun mata rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung,”tandas Kepala DPMK sesuai releasenya.
Pewarta : Zainal La Adala (Koordinator Wilayah Indonesia Timur)
Editor : Zainal La Adala






