
MOROTAI | medianasional.id — Sejumlah pedagang ikan di Pasar Modern CBD Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan penurunan penjualan selama pelaksanaan Festival Morofest. Sepinya pembeli membuat pedagang kesulitan mengembalikan modal usaha, bahkan terpaksa menguras uang simpanan untuk mempertahankan aktivitas jual beli.
Keluhan tersebut disampaikan Waode Ati, salah seorang pedagang ikan di Pasar Modern CBD Daruba, saat ditemui medianasional.id pada Selasa (27/10/2026). Ia mengatakan, kondisi penjualan selama festival jauh berbeda dibandingkan hari-hari biasa sebelum kegiatan berlangsung.
Waode Ati menjelaskan, untuk membeli ikan dari nelayan sebanyak satu ember, dirinya harus mengeluarkan modal sekitar Rp300 ribu. Sebelum festival, penjualan masih terbilang normal sehingga modal tersebut dapat diputar kembali untuk membeli ikan pada hari berikutnya.
Namun, selama Morofest berlangsung, jumlah pembeli justru semakin berkurang. Dalam tiga hari pelaksanaan festival, hasil penjualan yang diperolehnya hanya berkisar Rp50 ribu dan bahkan tidak mencapai Rp100 ribu, menurut keterangannya.
“Kalau sebelum festival, penjualan biasa saja. Tetapi saat ada festival, pembeli semakin sepi. Modal tara kembali dan torang tamba kesulitan, bahkan uang simpanan ana sekolah juga tonk pake untuk beli Es” keluh Waode Ati salah satu pedagang ikan di Pasar CBD
Menurutnya, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh berkurangnya masyarakat yang datang berbelanja di pasar. Ia menilai, sebagian pembeli memilih berbelanja di tempat lain, sementara akses menuju lokasi pedagang menjadi kurang nyaman selama kegiatan festival berlangsung.
Sepinya pembeli membuat ikan yang dijual tidak habis terjual. Padahal, ikan yang tersisa harus tetap dijaga kesegarannya dengan menggunakan es dan air. Pengeluaran tambahan tersebut semakin membebani pedagang ketika hasil penjualan tidak sebanding dengan modal yang telah dikeluarkan.
Waode Ati mengaku, uang simpanan yang sebelumnya mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta kini habis untuk menopang kebutuhan usaha. Situasi itu membuatnya kesulitan menyiapkan kembali modal untuk membeli ikan dari nelayan.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang ikan lainnya di Pasar Modern CBD Daruba. Mereka merasakan penurunan jumlah pembeli selama Morofest, yang berdampak langsung terhadap kelangsungan usaha sehari-hari.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas jual beli di pasar. Di tengah penyelenggaraan festival yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah, pedagang berharap pemerintah daerah dan panitia turut memperhatikan keberlangsungan usaha mereka.
Para pedagang berharap akses menuju pasar tetap mudah dijangkau dan kegiatan festival dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha kecil, bukan justru membuat aktivitas perdagangan mereka semakin sepi.
