Perkuat Hak Adat, Fala Lamo Gelar Lokakarya Bahas Tata Kelola Laut Sangaji Bicoli

Oleh: Medianasional.id

Maluku Utara63 Dilihat
Lokakarya Yayasan Falalamo Indonesia Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Aula Penginapan Marfa, Kota Maba. (Foto Istimewah Yayasan Falalamo Indonesia/MD)


HALTIM | medianasional.id
— Lembaga Yayasan Falalamo Indonesia menggelar lokakarya pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berbasis masyarakat adat di wilayah perairan adat Sangaji Bicoli, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Aula Penginapan Marfa, Kota Maba, itu diikuti tetua adat Sangaji Bicoli, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Direktur Yayasan Falalamo Indonesia, Jefferson Tasik, mengatakan lokakarya tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat adat.

Menurut Jefferson, pengelolaan wilayah pesisir tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya laut untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan kearifan lokal dan nilai-nilai adat yang selama ini dijaga masyarakat Sangaji Bicoli.

Dalam lokakarya tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai penataan ruang laut adat, perlindungan ekosistem pesisir, serta pengaturan pemanfaatan sumber daya laut. Materi itu menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Diskusi juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar, di antaranya kejelasan batas wilayah adat di laut, potensi konflik pemanfaatan ruang, serta kebutuhan regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi masyarakat adat Sangaji Bicoli dalam mengelola wilayah perairannya.

Para peserta turut menyampaikan aspirasi dan pandangan mengenai pentingnya pelibatan masyarakat adat dalam proses pengambilan keputusan, terutama terkait kebijakan yang berdampak langsung terhadap ruang hidup, sumber penghidupan nelayan, dan keberlanjutan ekosistem pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Falalamo Indonesia berharap terbangun kesepahaman antara masyarakat adat dan pemerintah daerah untuk merumuskan model pengelolaan pesisir yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan.

Lokakarya ditutup dengan diskusi kelompok serta penyusunan rekomendasi awal yang akan menjadi bahan tindak lanjut bagi tim kerja bersama dalam mendorong pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil berbasis masyarakat adat Sangaji Bicoli. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses