
MOROTAI | medianasional.id — Kebakaran nyaris melalap rumah warga di RT 3 Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Minggu (11/10/2026) sore Pukul 05:00 WIT. Berkat Kesigapsiyagaan warga setempat, api berhasil dipadamkan sebelum merembet Ke rumah-rumah Warga Sekitar.
Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran masyarakat di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño dan kebakaran yang melanda sejumlah wilayah di Morotai. Di saat warga menghadapi risiko kebakaran yang mengancam kebun dan tempat tinggal, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai tengah fokus mempersiapkan pelaksanaan Festival Morotai (MorFest).
Salasatu satu warga setempat Arsil Menyampaikan Melalui Pesan Elektronik Senin (12/10/2026). Kebakaran di Desa Cucumare diduga dipicu sisa bara api dari kebakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam. Bara tersebut diduga kembali memicu munculnya api hingga mengancam keselamatan warga dan tempat tinggal mereka.
Mengetahui kejadian itu, warga segera mengambil tindakan untuk memadamkan api. Upaya bersama tersebut berhasil mengendalikan kebakaran sehingga tidak meluas. Tidak ada rumah warga yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Meski tidak menimbulkan kerusakan rumah, kejadian ini menjadi peringatan bahwa bara api yang terlihat padam belum tentu benar-benar mati. Penanganan setelah kebakaran perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan, terlebih ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Di sisi lain menurut Arsil persiapan Festival MorFest di tengah situasi kebakaran dan kekeringan menjadi perhatian. Ia menilai kondisi yang dihadapi masyarakat, terutama petani yang kebunnya terdampak kekeringan dan kebakaran, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Menurut Arsil, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah untuk membantu menangani persoalan yang mereka hadapi. Ancaman kebakaran bukan hanya berisiko terhadap permukiman, tetapi juga dapat mengganggu sumber penghidupan warga yang bergantung pada hasil kebun.
“Kami Masyarakat Berharap Agar Pemerintah lebih Fokus Menangani Persoalan Karhutlah, Sebab Situasi Karhutlah sekarang bagimanapun Warga Hawatir Kase tingal Rumah, belum tanaman yang so di tanam, tara di rawat sembari memilih hura-hura Nonton Festival juga persoalan yang Serba Salah Bagi torang Masyarakat”. Jelasnya
Situasi tersebut memunculkan harapan agar pemerintah daerah turut memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam penanganan kebakaran dan dampak kekeringan, di samping persiapan kegiatan festival.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai mengenai langkah penanganan kebakaran susulan di Cucumare maupun alokasi perhatian pemerintah terhadap dampak kekeringan dan kebakaran yang dikeluhkan warga.
