Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Polda Malut Tetapkan Operasi Bina Waspada

Maluku Utara267 Dilihat
Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar yang di dampingi Kaur Mitra

Ternate, medianasional.id – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara tetapkan Operasi Kepolisian Mandiri Kewilayahan tentang upaya pencegahan dan penangkalan terhadap organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila dalam rangka mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Maluku Utara.

Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Malut AKBP Hendri Badar yang di dampingi Kaur Mitra bertempat di Ruangan Konferensi Pers Bid Humas Mapolda, Senin (19/8/2019).

Dalam pelaksanaannya operasi, dengan menggunakan sandi “BINA WASPADA II KIE RAHA-2019”.

“ Operasi dilaksanakan selama 15 (lima belas) hari kedepan, terhitung mulai dari tanggal 21 Agustus s/d 04 September 2019 yaitu mengedepankan kegiatan pre-emtif dan didukung dengan kegiatan rutin kepolisian lainnya yang ditingkatkan,” Kata Kabid Humas Polda di Hadapan sejumlah awak media.

Dijelaskan Hendri, operasi ini bertujuan untuk terpeliharanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Maluku Utara, dengan tindakan kepolisian berupa tindakan pencegahanan dan penangkalan terhadap organisasi atau paham radikal, aliran sesat serta anti ideologi Pancasila.

“Kami juga mencegah terjadinya tindak pidana/kejahatan yang diakibat oleh penyebaran paham-paham yang menyesatkan masyarakat berupa organisasi atau paham radikal, penyebaran aliran sesat dan anti ideologi Pancasila serta isu-isu negatif lainya,” Tutur Hendri.

Dari hasil operasi, ternyata pihknya ingin memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang strategis terutama dalam peningkatan citra Polri di mata masyarakat.

Lanjut dia, ini juga untuk meningkatkan kewaspadaan serta kepekaan warga masyarakat terhadap pengaruh penyebaran organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila yang mengarah kepada konflik sosial dan isu SARA yang berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas di Maluku Utara.

“ Sebenarnya Operasi Bina Waspada yaitu memotivasi masyarakat agar mendukung pelaksanaan tugas kepolisian serta menghindari terjadinya perbuatan kontraproduktif di lingkungan Masyarakat,” Ucapnya.

Bentuk Operasi

Operasi Kepolisian yang digelar oleh Ditbinmas Polda Maluku Utara dan jajarannya adalah Operasi Kepolisian yang dilaksanakan dalam bentuk Operasi Kepolisian pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, dimana operasi kepolisian ini digelar dengan mengedepankan polisi berseragam, yang diarahkan pada potensi gangguan (PG) dan ambang gangguan (AG) agar tidak menjadi gangguan nyata (GN).

Sementara pada kesempatan tersebut, Kabid juga menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu meliputi pembinaan dan penyuluhan terkait dengan upaya pencegahanan dan penangkalan organisasi atau paham radikal, penyebaran aliran sesat dan anti ideologi Pancasila di wilayah Hukum Polda Maluku Utara.

Pelaksanaan operasi, Polda Malut juga mengedepankan kegiatan pre-emtif berupa pemasangan spanduk, baliho dan berbagi alat peraga lainnya yang berisikan himbauan dan ajakan kepada masyarakat secara umum untuk ikut serta dalam upaya mewaspadai organisasi atau paham radikal, penyebaran aliran sesat dan anti ideologi Pancasila guna mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Maluku Utara.

Dengan melaksanakan kegiatan binluh kamtibmas berupa pembinaan dan penyuluhan kepada warga masyarakat sehingga, ia berharapa agar masyarakat diharapkan memiliki kepekaan dan kewaspadaan terhadap organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila yang disebarkan baik lewat cetak, lokal maupun media sosial.

Pihaknya akan melaksanakan kegiatan dalam bentuk silaturahmi atau tatap muka polmas kepada para tokoh, guna membangun kerjasama dalam mewaspadai pengaruh organisasi atau paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi guna terwujudnya kamtibmas agar tetap kondusif.

mengintensifkan kegiatan sambang dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas guna mengajak warga masyarakat untuk mewaspadai bentuk-bentuk kegiatan keagamaan yang sifatnya tertutup yang dapat menimbulkan keresahan warga masyarakat lain.

Lanjut dikatakan Kabid, pihaknya akan melaksanakan sosialisasi kepada setiap warga masyarakat terkait sangsi hukum penyebar paham atau organisasi radikal, penyebaran aliran sesat dan anti ideologi Pancasila.

Operasi ini bersasaran pada kelompok/perorangan atau Komunitas yang terindikasi menjadi simpatisan, pengikut dan atau telah terpapar paham radikal, aliran sesat dan anti ideologi Pancasila berdasarkan perkiraan khusus intelijen Polda Maluku Utara.

“Personel yang dilibatkan dalam operasi kepolisian kewilayahan Bina Waspada II Kie Raha 2019 Polda Maluku Utara sebanyak 220 Anggota yang terdiri dari personil Polda Malut 22 dan Polres Jajaran sebanyak 198 (Masing Masing Polres 22 Anggota,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses