Warga Halsel Ikut Jejak Bupati dan Ibu Gelar Pesta Joget Saat Gempa, Itu Tidak Benar

Maluku Utara351 Dilihat
Bupati Halsel Bahrain Kasuba

Labuha, medianasional.id – Isu yang menyebar dan bahkan dilansir oleh sala satu Media Online edisi Jumat 26 Juli 2019, bahwa Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba dan Istri Bupati Nurlela Muhammad yang mengajak masyarakat menggelar Pesta joget di sejumlah Desa Gane Timur dan Bacan Timur sebelum dua hari gempa bumi itu adalah tidak benar.

Hal ini di benarkan Bupati Halsel Bahrain Kasuba saat dikonfirmasi media ini minggu (28/7/2019) mengatakan, foto yang dimuat dalam pemberitaan yang dilansir media edisi jumat kemarin itu sangat politisasi karena tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya. Foto yang dimuat itu pada kegiatan Peguyuban, tepatnya di Desa Fida Kecamatan Gane Timur. Beberapa Bulan kemarin jadi bukan di lokasi Bencana Gempa Bumi, atau kita gelar pesta keliling Gane dan Bacan Timur saat gempa.

“Setelah selesai acara masyarakat minta untuk pesta ronggeng dan itu jauh sebelum, gempa bumi jadi saya kira kalau kita mengangkat budaya pada acara tersebut itu tidak. masalah karena itu bukan joget-joget biasa,” tegas Bahrain.

Ia juga menjelaskan, kalau menyangkut pesta joget yang biasa dilakukan anak-anak muda itu, dirinya melarang dengan keras sampai-sampai mengeluarkan surat edara kepada masyarakat Halsel sehingga bagaimana Mungkin dirinya melakukan itu.

Menurut Bupati, pada acara ronggeng yang di lakukan itu atas permintaan orang tua yang berada di desa tersebut, karena mereka bersemangat atas kedatangannya selaku Kepala Daerah. Sehingga dirinya juga ikut serta sebagai Kepala Daerah yang mengapresiasi antosias masyarakat di Desa Fida Kecamatan Gane Timur.

“Rasa kebersamaan masyarakat demi mengungkapkan rasa persaudaraan itu sangat kuat, jadi pesta itu juga bukan pesta joget sebarang, tetapi kita mengangkat budaya kita,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, sebagai pimpinan Daerah dan keluarga bagimana bisa menghargai permintaan masyarakat, sejauh tidak melanggar norma agama, dan itu bukan dosa.

Dikatakan Bahrain, berita yang diterbitkan sala satu media online itu sangat terkesan politisasi. Sebab isu yang diangkat tidak berdasarkan fakta, bahkan foto yang di tayangkan itu sudah beberapa bulan lalu bukan pada kondisi saat ini.

“Saya dan istri selama terjadi gempa pada minggu 14 juli kemarin hingga saat ini, saya selalu intens di lokasi pengunsian. Karena apa, duka masyarakat adalah duka saya selaku Kepala Daerah. Masa saya setega itu kepada masyarakat, keluarga, saudara saya sendiri yang tertimpa bencana alam. Apakah saya pantas berpesta diatas pendenderitaan rakyat, saudara lebih-lebihnya keluarga saya semua,” pungkasnya (Red)

Safrin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses