MERANGIN, medianasional.id – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan perilaku tidak terpuji dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin.
.
Dalam video tersebut, beberapa oknum ASN tampak asyik duduk-duduk dan bermain ponsel pintar (smartphone) saat apel resmi peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung pada Kamis (22/10/2026).
.
Aksi indisipliner ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Pasalnya, perilaku tersebut terjadi justru di tengah khidmatnya acara, tepat saat Wakil Bupati (Wabup) Merangin tengah menyampaikan kata sambutan di podium.
.
Sebagai pelayan masyarakat, tindakan para ASN ini dinilai mencoreng nilai-nilai kedisiplinan dan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan kedinasan resmi.
Tanggapan Wakil Bupati Merangin
Saat dimintai konfirmasi mengenai video yang beredar, Wakil Bupati Merangin Drs. H. Abdul Khafidh, M.M mengaku sama sekali tidak menyadari adanya aktivitas tersebut dari atas podium. Ia menegaskan posisinya dalam acara tersebut adalah memenuhi undangan dari pihak panitia pelaksana.
.
“Dalam hal ini, saya tidak mengetahui jika ada beberapa ASN yang duduk-duduk di saat saya berpidato,” ujar Wabup kepada awak media, Kamis (22/10/2026).
.
Lebih lanjut, Wabup meminta agar masalah teknis dan pelaksanaan kegiatan tersebut dikonfirmasikan langsung kepada pihak Sekretariat Daerah.
“Yang bertanggung jawab dalam kegiatan ini adalah Asisten I. Silakan berkoordinasi dengannya,” tambahnya.
Pemkab Segera Lakukan Kroscek
Merespons arahan Wabup, Asisten I Setda Kabupaten Merangin, Sukoso, memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Pemkab Merangin akan segera menelusuri kebenaran dari rekaman video yang beredar luas tersebut.
.
“Kita akan kroscek terlebih dahulu, apakah memang ada para ASN yang duduk-duduk di saat Wabup memberi kata sambutan,” tegas Sukoso saat mendampingi Wabup.
.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai sanksi atau hasil pemeriksaan lanjutan terhadap oknum ASN yang terekam dalam video tersebut. Publik kini mendesak adanya evaluasi ketat dari Pemkab Merangin agar kejadian serupa tidak terulang kembali.






