Proyek Rabat Beton Pematang Kandis Disorot, Warga Pertanyakan Keberadaan Pengawas

Merangin287 Dilihat
MERANGIN, medianasional.id – Proyek pembangunan jalan lingkungan rabat beton di belakang Perumahan Senawa, Kelurahan Pematang Kandis, Kabupaten Merangin, menuai sorotan. Pelaksanaan proyek ini dipertanyakan lantaran minimnya pengawasan di lapangan selama proses pengerjaan berlangsung.
.
Seorang tokoh masyarakat setempat berinisial S (56) mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah melihat petugas pengawas meninjau langsung ke lokasi proyek. Hal ini memicu kekhawatiran warga terkait kualitas dan kesesuaian mutu bangunan dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
.
“Selama pengerjaan berjalan, saya tidak pernah melihat ada pengawas yang datang. Akibatnya, kami sebagai warga juga buta mengenai standar teknis atau spesifikasi yang seharusnya diterapkan dalam proyek ini,” ujar S kepada media, Rabu (14/10/2026).
.
Keluhan warga ini memicu tanda tanya besar mengenai transparansi penggunaan anggaran negara pada proyek infrastruktur tersebut. Mengingat pengawasan merupakan instrumen vital untuk memastikan proyek berjalan sesuai aturan, keterbukaan informasi dinilai mutlak diperlukan agar masyarakat bisa ikut mengawal anggaran publik.
.
Kabid Cipta Karya Bungkam
Guna menjaga keberimbangan berita, jurnalis telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Bidang Cipta Karya (CK) Dinas PUPR Kabupaten Merangin, Prasetyo Nugroho, ST. Konfirmasi dilayangkan melalui pesan tertulis via aplikasi WhatsApp untuk mempertanyakan mekanisme pengawasan dan detail spesifikasi proyek tersebut.
Namun, hingga laporan ini diturunkan, Prasetyo Nugroho belum memberikan respons atau keterangan resmi apa pun terkait persoalan di lapangan.
.
Sebagai pejabat publik yang mengelola dana negara, instansi terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Warga Pematang Kandis berharap proyek fasilitas publik ini dikerjakan dengan mutu terbaik, didukung pengawasan yang ketat dari dinas terkait. Pihak media masih terus membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses