MOROTAI, medianasional.id — Krisis pemenuhan kebutuhan dasar berupa akses air bersih melanda masyarakat Desa Aru, Kecamatan Morotai Jaya, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Akibat fasilitas pipa air milik pemerintah tidak berfungsi selama kurang lebih satu tahun terakhir, warga setempat kini terpaksa mengandalkan aliran sungai kecil untuk mencukupi kebutuhan sanitasi dan konsumsi harian.
.
Kondisi ini kian menyulitkan warga lantaran wilayah Morotai Jaya sedang memasuki musim kemarau, yang memicu penyusutan volume air sungai secara signifikan.
.
Salah seorang warga Desa Aru, Enos, menyayangkan lambatnya respons dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai dalam membenahi infrastruktur yang mangkrak tersebut.
.
“Sudah setahun kami terpaksa mengangkut air menggunakan galon dari kali kecil untuk mandi, memasak, dan kebutuhan lainnya. Hingga saat ini belum ada perhatian serius atau upaya perbaikan jaringan air yang macet ini,” ungkap Enos.
.
Tersendatnya pelayanan publik ini memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat. Warga menilai respons pemerintah terkesan lamban, padahal wilayah Kecamatan Morotai Jaya merupakan salah satu lumbung suara krusial bagi pasangan Bupati terpilih, Rusli-Rio, pada kontestasi Pilkada lalu.
.
Menyikapi situasi yang berlarut-larut tersebut, masyarakat Desa Aru menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:
.
-
Pemeriksaan Infrastruktur: Mendesak Dinas PUPR atau instansi terkait untuk segera meninjau dan memperbaiki kerusakan pada sistem pemipaan air bersih setempat.
-
Optimalisasi Fungsi Pemdes: Meminta Pemerintah Desa Aru lebih proaktif membangun koordinasi dengan Pemda Morotai guna mencari solusi jangka panjang.
-
Distribusi Air Darurat: Menuntut pasokan bantuan air bersih secara berkala untuk memitigasi dampak kekeringan selama musim kemarau.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada langkah konkret atau pernyataan resmi dari pihak Pemkab Pulau Morotai maupun Pemerintah Desa Aru mengenai mitigasi jangka pendek krisis air di wilayah tersebut.
