Kolaborasi Perguruan Tinggi Dorong Desa Simbatan Kembangkan Pertanian Organik dan Pangan Sehat

Artikel1413 Dilihat

Madiun, medianasional.id – Universitas Merdeka Madiun berkolaborasi denganUniversitas Muhammadiyah Madiun melaksanakan Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan pertanian organik serta penguatan sinergi antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rejeki Indah dan BUMDes Dewi Sri.

Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola usaha, manajemen keuangan, pengembangan produk, serta pemasaran pangan sehat yang dihasilkan masyarakat Desa Simbatan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Ahadiati Rohmatiah, S.Hut., M.M., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya diarahkan pada perubahan pola budidaya pertanian, tetapi juga pada penguatan kelembagaan, tata kelola usaha, dan pemasaran hasil pertanian desa. Menurutnya, sinergi antara Gapoktan Rejeki Indah danBUMDes Dewi Sri menjadi bagian penting dalam membangun sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong petani untuk mulai menerapkan pertanian organik secara bertahaps ekaligus memperkuat peran BUMDes dalam pengelolaan dan pemasaran produk. Harapannya, produk pertanian Desa Simbatan tidak hanya sehat dan berkualitas, tetapi juga memiliki nilai jual yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahadiati Rohmatiah.

Camat Nguntoronadi, Dr. M. Nur Hidayat, S.T., M.M.T., menjelaskan bahwa Desa Simbatan memiliki potensi pertanian yang besar dan menjadi salah satu wilayah penghasil padi di Kecamatan Nguntoronadi. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan Gapoktan Rejeki Indah yang berperan dalam mendampingi dan mengorganisasi petani dalam kegiatan pertanian.

Gapoktan Rejeki Indah menaungi tiga kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Sumber Rejeki, Cahyo Tani, dan Ngudi Urip, dengan jumlah keseluruhan mencapai 416 petani. Ketua Gapoktan Rejeki Indah, Ririn Hariyati, menyampaikan bahwakomoditas pertanian yang dihasilkan masyarakat meliputi padi, jagung, kacang tanah, sayuran, dan berbagai jenis buah-buahan.

Besarnya potensi tersebut masih diikuti sejumlah tantangan dalam pengelolaan pertanian. Sebagian petani masih bergantung pada penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sementara serangan hama dan penyakit tanaman juga menjadi persoalan dalam kegiatan produksi. Dari sisi pemasaran, petani masih memiliki posisi tawar yang relatif terbatas karena sebagian hasil panen dipasarkan melalui jalur konvensional yang melibatkan tengkulak.

Penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara terus-menerus juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kondisi lahan serta meningkatkan ketergantungan petani terhadap input produksi berbahan kimia. Kondisi tersebut mendorong perlunya perubahan pola pengelolaan pertanian secara bertahap menuju sistem yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sementara itu, BUMDES Dewi Sri menghadapi tantangandalam pengelolaan usaha, administrasi, pelaporan keuangan, pengembangan produk, serta perluasan jaringan pemasaran. Karena itu, penguatan Gapoktan dan BUMDes dilakukan secara bersamaan agar keduanya dapat saling mendukung dalam membangun sistem produksi dan pemasaran pertanian yang lebih baik.

Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat menerapkan pendekatan pemberdayaan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, monitoring, serta evaluasi. Fokus utama program pada tahap awal adalah mendorong perubahan pola pertanian konvensional menuju pertanian organik yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu menghasilkan pangan sehat.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangunsejumlah lahan percontohan atau pilot project pertanianorganik. Komoditas yang dikembangkan meliputi padi, jagung, kacang tanah, dan tanaman hortikultura.

Pada tahun pertama, lahan yang digunakan untuk percontohan penanaman padi organik mencapai sekitar 5 hektar denganmelibatkan 25 petani. Penanaman jagung organik dikembangkan pada lahan sekitar 3 hektar dengan melibatkan 20 petani, sedangkan kacang tanah organik dikembangkan pada lahan sekitar 4 hektar dengan melibatkan 25 petani. Selain itu, pengembangan hortikultura organik dilakukan dengan memanfaatkan pekarangan pada sekitar 30 rumah tangga.

Pengembangan lahan percontohan tersebut diharapkan dapat menjadi media belajar langsung bagi petani dalam menerapkan budidaya pertanian organik. Melalui contoh nyata di lapangan, petani dapat mengetahui proses pengelolaan lahan, penggunaan sarana produksi organik, pemeliharaan tanaman hingga pengelolaan hasil pertanian.

Untuk mendukung penerapan pertanian organik, anggota Gapoktan Rejeki Indah juga mengikuti berbagai pelatihan yang diarahkan pada peningkatan kemampuan menghasilkan sarana produksi pertanian secara mandiri. Pelatihan tersebut meliputi pembuatan pupuk organik cair, pupuk organik padat, Bubur California, Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan bonggol dan buah pisang, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) berbahan akar bambu, JAKABA dari air cucian beras, serta perbanyakan Trichoderma menggunakan media jagung.

Berbagai teknologi tersebut diperkenalkan kepada petani sebagai alternatif untuk mendukung kesuburan tanah, membantu pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia. Pendekatan ini juga mendorong petani agar tidak hanya menjadi pengguna sarana produksi, tetapi mampu memproduksi sebagian kebutuhan pertaniannya secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.​         

Program pemberdayaan tidak hanya menyasar aspek produksi pertanian. Penguatan kelembagaan dan tata kelola BUMDes Dewi Sri juga menjadi bagian penting dalam program ini. Pengelola BUMDes mendapatkan pelatihan pelaporan keuangan secara manual maupun menggunakan aplikasi Accurate. Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengurus dalam melakukan pencatatan transaksi serta menyusun laporan keuangan secara lebih sistematis dan akuntabel.

Selain pelatihan keuangan, pengurus BUMDes juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan dan public speaking. Penguatan kemampuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia BUMDes dalam mengelola organisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mengembangkan jaringan kerja sama dengan berbagai pihak.

Penguatan tata kelola BUMDes menjadi penting karena lembaga tersebut diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mampu berkembang sebagai lembaga ekonomi desa yang profesional dan berkelanjutan.

Pada aspek pemasaran, BUMDes Dewi Sri juga memperoleh pelatihan pengemasan dan pemasaran produk pangan sehat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengelola dalam memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian yang diproduksi oleh anggota Gapoktan. Melalui sinergi tersebut, Gapoktan Rejeki Indah diarahkan untuk memperkuat sisi produksi pertanian, sedangkan BUMDes Dewi Sri diperkuat pada aspek pengelolaan usaha, pengemasan, pemasaran, dan pengembangan pasar.

Skema ini diharapkan dapat memperpendek rantai pemasaran hasil pertanian. Produk yang sebelumnya banyak dipasarkan secara konvensional dapat dikelola bersama melalui BUMDes sehingga petani memiliki peluang memperoleh akses pasar yang lebih luas dan nilai jual produk yang lebih baik.

Produk yang dikembangkan meliputi beras organik, jagung, kacang tanah, sayuran, buah-buahan, serta berbagai hasil pertanian lainnya yang berasal dari pengelolaan pertanian organik. Pengemasan yang lebih baik juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk sekaligus memperkuat identitas produk pertanian Desa Simbatan.

Pemberdayaan ini tidak hanya diarahkan pada pencapaian hasil dalam jangka pendek. Lebih dari itu, program dirancang untuk membangun sistem pertanian dan usaha desa yang mampu berkembang secara berkelanjutan.

Melalui penerapan pertanian organik, petani diharapkan memiliki alternatif sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan sekaligus mampu menghasilkan pangan sehat bagi masyarakat. Sementara melalui penguatan BUMDes, hasil pertanian diharapkan dapat dikelola dan dipasarkan secaralebih profesional sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Gapoktan, BUMDes, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Sinergi antar pihak diperlukan agar pengembangan pertanian organik tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas pertanian masyarakat.

Kedepan, Desa Simbatan diharapkan mampu mengembangkan model pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan kesehatan lahan, kualitas pangan, nilai tambah produk, serta kesejahteraan petani. Sinergi antara Gapoktan Rejeki Indah dan BUMDes Dewi Sri diharapkan menjadi pondasi dalam membangun sistem pangan desa yang lebih mandiri. Gapoktan menjadi penggerak produksi, sedangkan BUMDes mengambil peran dalam penguatan tata kelola usaha dan pemasaran produk.

Dengan pola tersebut, Program Pemberdayaan Desa Binaan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan, sekaligus mendorong Desa Simbatan berkembang sebagai desa yang memiliki pertanian berdaya saing, menghasilkan pangan sehat, dan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui skema Pemberdayaan Desa Binaan Tahun Anggaran 2026.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses