Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 1 SSK II Ibu, Reaksi Cepat Evakuasi Warga Saat Banjir

Maluku Utara330 Dilihat
Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 1 SSK II saat mengevakuasi Warga Saat Banjir

Ibu, medianasioanal.id – Hampir sebulan lebih cuaca yang sangat ekstrim terjadi di Provinsi Maluku Utara khususnya di daerah kepulauan Halmahera. Hujan yang terus menerus selama satu minggu melanda di desa Ibu Kecamatan Ibu Utara Kabupaten Halmahera Barat mengakibatkan banjir setinggi 1 meter.

Hal tersebut langsung di respon oleh Satgas Yonif 731/Kabaresi Pos 1 SSK II Ibu untuk segera melihat dan mengevakuasi para korban ke tempat yang lebih aman. Sertu Muh Lutfi yang menjadi Danpos Ibu segera memerintahkan Anggotanya agar melihat secara langsung kondisi yang terjadi dilapangan, Senin (28/1/2019)

Pada saat melaksanakan penyisiran di areal yang terdampak banjir Anggota Pos 1 SSK II Ibu melihat nenek-nenek yang sudah berusia lanjut yang pada saat itu belum sempat menyelamatkan diri karena fisiknya yang sangat renta dan lemah menuju ke tempat yang lebih tinggi atau daerah yang tidak tergenang air yaitu di masjid desa setempat.

Diketahui nenek tersebut bernama Tatih (68), tanpa berfikir panjang Anggota Satgas Pos 1 SSK II ibu dengan segera mengevakuasinya dengan cara menggendong karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk menuju ke masjid atau daerah yang tidak tergenang air agar bisa bermalam sembari menunggu genangan air surut.

Keesokan harinya banjir sudah mulai surut para korbanpun segera kembali kerumah mereka masing-masing. Dengan kondisi yang masih penuh lumpur Anggota Pos 1 SSK II saling membantu untuk mengangkat perabotan warga dari tempat pengungsian ke rumah warga. Beruntung dalam bencana banjir ini tidak memakan korban jiwa. Namun kerugian yang di akibatkan adalah rusaknya jembatan yang mengubungkan antara desa Ibu dengan desa kampung baru sehingga mengakibatkan terputusnya akses menuju menuju ke desa Kampung Baru maupun sebaliknya.

Sertu Muhammad Lutfi Danpos 1 SSK II Ibu berencana akan bekerja sama dengan pihak pemerintah desa untuk merehab atau membangun ulang jembatan yang rusak akibat bencana Banjir ini. Serta akan berupaya semaksimal mungkin dalam membantu kesulitan rakyat,” imbuhnya

Safrin

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses