Ribuan Massa Peringati Hari Santri Nasional di Alun-alun Batang

Bandung253 Dilihat

Barang, medianasional.id
Kegiatan upacara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh tiap tanggal 22 Oktober, kali ini puncak upacara di pusatkan di Alun-alun Batang, semua ASN di Pemkab Batang diwajibkan memakai busana muslim, baik itu kaum laki-laki maupun perempuan, untuk laki-laki menggunakan baju koko putih, sarung, peci dan untuk perempuan menggunakan baju muslim dengan atasan berwarna putih beserta hijabnya dan bawahan berwarna hitam.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-alun Batang tersebut di ikuti para ASN di Pemkab Batang dan ribuan santri, serta dari ormas Islam terbesar yakni NU, Mohammadiyah, Rifaiyah, LDII, tak lupa semua Ponpes yang ada di Kabupaten Batang.

Bertindak selaku Pembina Upacara pada Hari Santri tingkat Kabupaten Batang yakni Bupati Wihaji,dalam kesempatan tersebut tampak pula Wakil Bupati Suyono, Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Kav. Henry RJ Napitupulu, Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga dan para tamu undangan lainnya.

Bupati Batang Wihaji saat menjadi pembina upacara mengatakan, kewajiban ASN menggunakan busana ala santri merupakan bagian dari sebuah bentuk penghargaan dan penghormatan kita semua kepada para santri, yang notabene bersama – sama berjuang saat merebut kemerdekaan RI dari para penjajah dan sekarang ini sama-sama berjuang dan mempertahankan kemerdekaan serta mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa Indonesia.

Usai melaksanakan Upacara Bupati Batang Wihaji mengatakan, bahwa surat dari Sekda terkait penggunaan busana muslim ala santri saat memperingati hari santri tiap tanggal 22 Oktober benar adanya, dan surat dari Sekda itu bernomor 005/1975/2019.

Dan Bupati Wihaji Menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional, semoga santri selalu menjadi tholadan ditengah – tengah masyarakat sebagai generasi islami. Hari Santri Nasional ini merupakan penghargaan pemerintah, terhadap peran para santri yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Sejarah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” Ungkap Bupati Wihaji.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan, bahwa para santri diharapkan dapat meneladani semangat jihad cinta tanah air, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara sebab berjuang membela Tanah Air sebagai kewajiban. Diharapkan santri di Kabupaten Batang untuk selalu bertoleransi terhadap perbedaan agama, ras dan etnis, serta menolak dengan tegas adanya paham radikalisme dan terorisme di negeri ini.

Reporter : Puji_L

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses