Bandung Barat, medianasional.id — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengonfirmasi adanya lonjakan signifikan pada data buruh yang terdampak penutupan lima perusahaan tambang batu kapur di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Data pekerja yang diajukan membengkak hampir dua kali lipat, dari semula 508 orang kini menjadi 1.000 orang.
.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pihaknya akan melakukan proses verifikasi dan seleksi yang sangat ketat. Pemprov Jabar akan mencocokkan data langsung dengan pihak perusahaan tambang guna memastikan bantuan alih profesi ini tepat sasaran.
.
“Jumlah orang yang harus mendapat bantuan dan alih kerjanya ternyata bertambah dari 508 menjadi 1.000. Biasa, kalau dengar mau dapat bantuan suka berubah jumlah,” ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Kantor BPSDM Jabar, Kota Cimahi, Selasa (4/8).
.
Dedi menambahkan, langkah identifikasi faktual ini krusial demi menyaring warga yang mencoba memanfaatkan momentum demi mendapat pekerjaan di lingkup pemerintahan. Mengingat, kuota dan kapasitas penyerapan tenaga kerja di lingkungan Pemprov Jabar saat ini terbatas.
.
Kendati memperketat pengawasan, Pemprov Jabar menjamin seluruh karyawan yang terbukti valid bekerja di sektor pertambangan dan industri kapur terdampak akan langsung direkrut menjadi pekerja di bawah naungan Pemprov Jabar.
.
“Diakomodir (semua), asal benar-benar mereka bekerja di sektor itu,” pungkasnya.






