Pemkot Bandung Dorong Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Kinerja

Bandung1518 Dilihat

Bandung,Medianasional,id – Walikota Bandung Muhammad Farhan memberikan apresiasi kepada perangkat daerah dan kewilayahan yang meraih penghargaan kinerja pembangunan tahun 2025.

Pemkot Bandung terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan berbasis kinerja melalui optimalisasi sistem informasi manajemen monitoring,evaluasi dan pelaporan pembangunan ( Simonel ),ujar Farhan dalam rapat koordinasi bagian administrasi pembangunan di Hotel Mercure Bandung City Centre,Jumat ( 5/22/2025).

“Saya bangga menjadi bagian dari pemerintah kota dengan kemampuan tata kelola yang sangat baik. Terima kasih kepada seluruh penerima penghargaan dan para ASN yang terus menunjukkan performa luar biasa,” ujar Farhan.

Farhan mengatakan, teknologi, termasuk SPBE, big data, hingga kemungkinan penggunaan blockchain, hanya akan efektif jika aparatur memiliki integritas.

“Secanggih-canggihnya tata kelola, kalau aparat tidak punya integritas, semuanya percuma,” katanya.

Ia mencontohkan kemampuan pemerintah kota untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat berkat ketersediaan data, termasuk data Layanan Catatan Informasi RW (Laci RW) yang telah mencapai 100 persen meski masih perlu pengolahan lanjutan.

Farhan juga menyebut beberapa indikator yang kini menjadi perhatian pemerintah pusat, seperti pembaruan Dapodik bulanan serta kewajiban perusahaan memiliki nomor identitas untuk kebutuhan DBH dan DAU.

Ia mengingatkan pentingnya monitoring real-time terhadap progres fisik dan keuangan pembangunan.

“Identifikasi kendala harus cepat. Deviasi itu wajar dalam organisasi besar. Tapi harus dilihat dan diantisipasi,” katanya.

Menurutnya, tahun 2026 harus menjadi momentum penguatan layanan publik berbasis data, terutama dari Dukcapil.

“Tugas kita memastikan akuntabilitas berjalan dan layanan dasar warga terpenuhi,” kata Farhan.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang juga Plt Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Dudy Prayudi mengatakan, tata kelola pemerintahan yang baik merupakan fondasi percepatan pembangunan.

“Good governance adalah elemen fundamental untuk mewujudkan visi Bandung Utama, unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis. Prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, efektivitas, dan efisiensi harus menjadi standar setiap pelaksanaan pemerintahan,” ujarnya.

Baginya, pemanfaatan teknologi informasi, khususnya aplikasi Simonel menjadi keharusan dalam mendorong kinerja perangkat daerah.

Simonel telah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efektivitas monitoring pembangunan secara real time karena dapat diakses mobile dan telah terintegrasi dengan Bandung Command Center.

“Dengan aplikasi ini, pimpinan dapat memonitor capaian perangkat daerah secara cepat, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan Simonel diharapkan mampu mempercepat pembangunan sesuai visi Bandung Utama,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap unit kerja berkinerja baik, Pemkot Bandung menggelar Simonel Award 2025, memberikan penghargaan pada 11 kategori berbeda, antara lain:

1. Realisasi belanja tertinggi: Dinas Kesehatan
2. Persentase realisasi belanja tertinggi: Dispora
3. Performa realisasi belanja tertinggi: Dispora
4. Nilai realisasi pendapatan tertinggi: Bapenda
5. Persentase realisasi pendapatan tertinggi: BKAD
6. Realisasi belanja DAK fisik tertinggi: DPPKB
7. Realisasi belanja DAK non-fisik tertinggi: Dinas Kesehatan
8. Realisasi belanja DBHCHT tertinggi: Satpol PP
9. Realisasi belanja bantuan keuangan provinsi tertinggi: Dinas Kesehatan
10. Perangkat daerah lingkup Setda dengan realisasi belanja tertinggi: Bagian Kesra
11. Perangkat daerah pengakses aplikasi Simonel tertinggi: Kecamatan Gedebage

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung.

“Semoga penghargaan ini dapat memacu perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja,” kata Dudy.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses