Raja Ampat, medianasional. id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat segera melakukan Relokasi (pemindahan) ratusan pedagang di pasar Mbilim Kayam ke pasar Snon Bukor Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Relokasi para pedagang dari pasar Mbilim Kayam ke pasar Snon Bukor telah lama direncanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat. Bukan tanpa alasan Pemkab Raja Ampat untuk melakukan Relokasi para pedagang yang sampai saat ini masih berdagang di pasar Mbilim Kayam.
Menurut Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, bahwa pasar Mbilim Kayam terlihat sangat kumuh sehingga sudah sepatutnya di Relokasi ke pasar Snon Bukor yang terletak di Kelurahan Warmasen, Distrik Waisai Kota, Raja Ampat.
“Waisai adalah ibukota Kabupaten Raja Ampat yang merupakan daerah destinasi wisata yang namanya telah mendunia. Kita ingin merubah wajah ibukota Kabupaten untuk lebih baik, bersih dan tertata, ” kata Bupati saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pedagang, di auditorium Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raja Ampat, Selasa (15/4/2025) sore.
Ia berharap, ada kesadaran dari para pedagang untuk mendukung Relokasi dimaksud demi kemajuan Raja Ampat. “Kita harusnya malu melihat kota kita kotor, kumuh dan harusnya masyarakat, para pedagang mendukung agar Kota Waisai bisa berubah menjadi Kota yang bersih dan tertata dengan baik agar kunjungan wisatawan semakin meningkat. Kalau kunjungan wisatawan meningkat otomatis berdampak pada peningkatan perekonomian kita,”terang Bupati.
Ia menyebut, bahwa di pasar Mbilim Kayam juga terindikasi adanya peristiwa pidana, yaitu pungutan liar (pungli), dan pungutan dimaksud dipastikan tak masuk di dalam kas daerah. “Kami Pemerintah prihatin dengan para pedagang itu kami melakukan Relokasi demi kepentingan kita bersama,” tutur Bupati.
Ia menegaskan, bahwa setiap program yang dicanangkan Pemerintah tujuannya positif tak ada program Pemerintah yang ingin menyusahkan masyarakatnya. “Relokasi ini mengedepankan pendekatan sosial, penuh kekeluargaan dan cinta damai. Saya menjamin jika sepi pembeli, saya akan mengajak seluruh ASN untuk berbondong-bondong berbelanja di pasar Snon Bukor,”tandas Bupati.
Sementara sejumlah pedagang saat ditemui media ini di lokasi pasar Mbilim Kayam senada menyampaikan, bahwa pedagang tidak pernah menentang terkait rencana Relokasi pedagang. “Apa yang menjadi keputusan Pemerintah kami sebagai masyarakat mengikuti saja. Cuman yang kami inginkan yaitu jaminan dari Pemerintah untuk para pedagang, yaitu tentang keamanan dagangan, transportasi, air bersih dan perlengkapan lainnya itu harus bisa terpenuhi sebelum Relokasi, “kata padagang yang enggan namanya dipublikasikan kepada media ini, Kamis (17/4/2025) siang.
“Dulu kami pernah juga di Relokasi, saya lupa tahun berapa. Jualan kami tidak laku, banyak yang terbuang, terus barang dagangan kami juga banyak hilang. Belum lagi biaya transportasi,”sambungnya.
Sejumlah pedagang meminta kepada Pemkab Raja Ampat, agar Relokasi harus diberlakukan kepada seluruh pedagang. “Jangan seperti dulu ada muncul pedagang yang berjualan dipinggir rumah dan tak ada tindakan hingga dampaknya dagangan pedagang di pasar baru Snon Bukor banyak yang tak laku,”pungkasnya.
Informasi data yang diperoleh media ini, dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Raja Ampat, tercatat ada 388 (tiga ratus delapan puluh delapan) pedagang diantaranya pedagang sayur, ikan, buah dan pedagang lainnya yang saat ini masih berdagang di pasar Mbilim Kayam yang terletak di Kelurahan Sapordanco, Distrik (Kecamatan) Waisai Kota, Raja Ampat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, Syamsudin Nimanuhu mengungkapkan, bahwa Relokasi pedagang akan dilakukan secara bertahap dan sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22 Raja Ampat yang dirayakan setiap 9 Mei, para pedagang sudah berdagang di pasar Snon Bukor.
Tim Liputan medianasional. id






