Bandung, Medianasional.id – Dugaan sistem ijon dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ruang kantor dan sarana penunjang kantor lainnya pada dinas pendidikan Propinsi Jawa Barat sudah bukan rahasia umum lagi.Beberapa pihak mulai menyoroti praktik kotor ini,oknum kontraktor yang melaksanakan kegiatan di kantor ini merupakan pemain yang sama, kendati pada saat kontraktual dengan perusahaan yang berbeda.
Anehnya lagi beberapa kegiatan dilaksanakan terlebih dahulu tanpa ada SPMK (Surat perintah mulai kerja) dari pejabat pelaksana kegiatan, kejadian seperti ini memang sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh pejabat dinas pendidikan, ironisnya lagi prilaku ini seperti mendapat restu dari atasan.
Sementara Kasubag Tata Usaha dan Sekretariat Suharyono Adhi Saswito, S.E Dinas Pendidikan Jabar, Rabu (29/10/2025) beberapa kali hendak dikonfirmasi sulit ditemui. Setali tiga uang dengan bendahara kegiatan Arip Rahman pun sulit untuk dimintai penjelasan, menurut security, Arip sedang dinas luar. Dirinya tidak mengetahui tugas kemana.
Berdasarkan pantauan ada beberapa paket kegiatan dianggaran perubahan yang sudah mulai dikerjakan,seperti pergantian kanopi di depan Aula Kihajar Dewantara. Rehab ruangan bunda PAUD dan perbaikan box kontrol saluran air lingkungan kantor.
Namun pada saat Medianasional.id mengecek di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE ) Jabar anggaran yang dimaksud tidak ditemukan atau belum ditayangkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) selain itu tidak dipasangnya papan nama proyek pada seluruh kegiatan bukti transparansi pengelolaan anggaran hal ini semakin memperkuat dugaan sistem ijon dilingkungan kantor dinas pendidikan ini.






