Pejabat Dinas Pendidikan Jabar Bungkam Terkait Dana Hibah Rp 40 Miliyar

Bandung695 Dilihat

Bandung, medianasional.id – Made Supriatna mantan Kepala Bidang PSMA saat dikonfirmasi Media Nasional di kantor Dinas Pendidikan Jabar Kamis (19/12/2024) membantah kalau dirinya yang mengelola anggaran hibah tersebut kendati dirinya pada tahun 2022 menjabat sebagai Kabid PSMA. Made berkelit dan menuding kalau yang mengelola dana tersebut adalah mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Yessa Sarwedi Hamiseno.

“Saya tidak tahu menahu mengenai anggaran dana hibah tersebut,” ujar Made sembari berlalu.

Ait M Sumarna, penggiat anti-korupsi APBD, turut mempertanyakan pengelolaan anggaran dana hibah tersebut.

Ia menyayangkan tidak ada satu pun pejabat Disdik Jabar yang bersedia memberikan penjelasan terkait dana hibah itu.

“Para pejabat Disdik Jabar terkesan menghindar dengan alasan sibuk dengan kegiatan dinas di luar,” ujar pria yang juga Ketua DPD LSM Trinusa Jabar ini.

Diberitakan sebelumnya, dana hibah itu dialokasikan pada ABPD 2022 lalu yang dikelola oleh Bidang PSMA Disdik Jabar.

Dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2022, anggaran puluhan miliar dana hibah tersebut diperuntukkan untuk 39 lembaga, sekolah, yayasan dan perguruan tinggi.

Puluhan lembaga yang menerima dana hibah tersebut terdapat 2 perguruan tinggi terkemuka di Bandung, 5 sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 5 Sekolah Menengah Atas (SMA), 1 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT), 1 PDT, 1 Madrasah Ibtidayah MIS, 4 Taman Kanak-kanak (TK), 2 kelompok bermain, 3 yayasan, dan ada juga Kelompok Belajar (Kober) dan lain-lain.

Lembaga penerima ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jabar. Sebanyak 37 lembaga juga sudah dilayangkan surat mempertanyakan peruntukan bantuan dana hibah tersebut.

Namun, dari puluhan lembaga tersebut hanya satu lembaga yang bersedia memberi jawaban. Ada juga lembaga yang tidak sesuai dengan alamat yang tertera dalam daftar penerima dana hibah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses