Pansus Temukan Dugaan Kejanggalan di Sekretariat DPRD Raja Ampat

Papua Barat Daya241 Dilihat

Raja Ampat, medianasional.id- Panitia khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Pansus DPRD) Kabupaten Raja Ampat telah membedah dan menemukan LKPJ Tahun Anggran 2024 di Sekretariat DPRD Raja Ampat adanya dugaan kejanggalan.

Pasalnya, ada pengembalian (sisa) anggaran sebesar Rp.2.144.852.672 dari jumlah anggaran induk LKPJ Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp.23.155.428.199 dan di perubahan angkanya meningkat menjadi Rp.36.800.541.292 kemudian dibuktikan dengan realisasi sebesar Rp. 34.655.688.000.(tiga puluh empat milyar enam ratus lima puluh lima juta enam ratus delapan puluh delapan ribu rupiah).

Hal itu disampaikan, Anwar Kopong selaku Wakil Ketua Pansus DPRD Raja Ampat kepada wartawan, di Gedung DPRD Raja Ampat, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sapordanco, Distrik (Kecamatan) Waisai Kota, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Kamis (8/5/2025) siang.

“Kami tanyakan anggaran selalu berdalih tak ada uang, anggaran. Namun setelah Pansus membedah LKPJ anggaran tahun 2024 telah ditemukan adanya sisa, pengembalian anggaran sebesar nilai tersebut,” kata Anwar yang diketahui poltisi dari partai Golkar yang juga menjabat selaku Ketua Komisi I (satu) DPRD Raja Ampat.

Ia menegaskan, bahwa pihaknya (Tim Pansus DPRD Raja Ampat Red) berkomitmen melaksanakan fungsi pengawasan untuk membedah LKPJ anggaran 2024.”Bersih-bersih dimulai dari dalam internal Sekretariat DPRD Raja Ampat. Kami akan kejar sampai ada pembuktian pengembalian uang rakyat di Kas Daerah. Bahkan kami akan telusuri sampai ke Bank,” tegas Anwar.

Ia berujar, jika anggaran pengembalian dimaksud tak dapat dibuktikan, maka hal tersebut akan kami serahkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dilakukan penyidikan. “Kami tidak main-main, kami bersih-bersih mulai dari internal dulu. Kemudian kami lanjutkan ke OPD-OPD yang disinyalir adanya dugaan kejanggalan,”tandas Wakil Ketua Pansus DPRD Raja Ampat.

Tim Liputan medianasional. id

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses