Morotai Utara, Medianasional.id — Para nelayan di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluhkan terhentinya operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Tuna Bere-Bere. Fasilitas penunjang mata pencaharian warga pesisir tersebut diduga sudah tidak lagi melayani penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM).
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (30/7/2026), SPBUN yang beroperasi sejak sekitar tahun 2022 itu kini mangkrak. Belum ada kejelasan pasti mengenai penyebab berhentinya layanan di fasilitas tersebut.
Keluhan Nelayan: Stok Sering Kosong dan Dugaan Penyelewengan
Salah seorang nelayan setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kehadiran SPBUN sebenarnya sangat vital untuk mendukung aktivitas melaut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, para nelayan kerap mengalami kelangkaan BBM saat hendak membeli di lokasi tersebut.
“Harapan kami SPBUN ini tetap aktif karena sangat membantu. Namun beberapa tahun terakhir, setiap kali kami datang membeli BBM, jawabannya selalu stok sudah habis,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Tak hanya sulitnya mendapatkan BBM, ia juga membeberkan indikasi adanya praktik penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.
“Beberapa kali kami melihat ada BBM yang dijual ke pengepul atau kios-kios. Kami sempat mempertanyakan hal itu, karena BBM subsidi seharusnya diprioritaskan penuh untuk kebutuhan nelayan,” tegasnya.
Mendesak Solusi Konkret Pemerintah Daerah
Kondisi ini memperberat beban para nelayan yang sudah dibayang-bayangi berbagai tantangan di laut, mulai dari cuaca ekstrem hingga tingginya biaya operasional seperti pasokan es balok.
Oleh karena itu, masyarakat nelayan mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), untuk segera turun tangan mengambil langkah konkret.
Harapan mereka mencakup:
Pengawasan Ketat: Menindaklanjuti dugaan penyelewengan distribusi BBM subsidi di wilayah tersebut.
Reaktivasi SPBUN: Mengaktifkan kembali operasional SPBUN Tuna Bere-Bere atau menggandeng pengelola baru yang lebih kompeten.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBUN Tuna Bere-Bere maupun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pulau Morotai terkait penyebab berhentinya operasional fasilitas BBM nelayan tersebut.
