Bandung, Medianasional.id – Ratusan orang tua murid mendatangi Dinas Pendidikan Jabar guna mempertanyakan aturan mengenai PPDB yang dinilai banyak terdapat kejanggalan dan manipulasi. ironisnya Orang tua murid dipimpong oleh pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Jabar saat mendatangi kantor pengaduan PPDB Jl.Dr.Radjiman Kota Bandung.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat cukup serius dalam penanganan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya SMA, SMK, dan SLB dari tahun ke tahun.
Selain dari anggaran miliaran rupiah juga semua stakeholder dilibatkan untuk menyukseskan pelaksanaannya. Namun besarnya anggaran tidak menjamin pelaksanaan PPDB berjalan lancar.
Berbagai pihak sangat menyayangkan adanya kendala berupa gangguan pada hari pertama saat pendaftaran, ditambah lagi sistem Zonasi yang diterapkan di sekolah seperti mengurai benang kusut.
Reza salah satu orangtua murid mengatakan, “sistem zonasi yang diterapkan di SMAN 1 Bandung 766 Meter sedangkan tempat saya 794 meter, hal ini membuat saya sadar sendiri dengan kebijakan Sekolah. Namun yang anehnya ada siswa yang diterima di SMAN 1 Bandung jarak Zonasinya sampai 800 dan ada juga yang 4000 meter itu diterima. Makanya hari ini saya selaku orang tua siswa melakukan pengaduan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” ungkap Reza orang tua dari Klarisa Jasa Aulia Putri saat dikonfirmasi di kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Jl.Dr Radjiman Bandung. Senin, (1/7/2024).
Lanjut Reza, “sudah dua kali saya datang ke sekolah menanyakan tentang bagaimana anak saya tidak diterima di SMAN 1 Bandung sedang anak yang lain jarak zonasinya lebih jauh dari anak saya kok bisa diterima. Jawaban dari sekolah bahwa kebijakan itu ada pada Disdik Jabar”, ungkapnya.






