Maraknya Judi Togel di Kota Sorong, Rifal Praktisi Hukum Sampaikan Hal ini

Papua Barat Daya428 Dilihat

Sorong, medianasional.id – Praktek judi togel di Kota Sorong bukan barang baru tetapi sudah berjalan cukup lama. Paska covid-19 judi togel merajalela, dijual seperti bensin eceraan di jalan, komplek bahkan dibulan suci Ramadhan masih saja ada penjual togel yang membuka lapaknya.

Hal itu disampaikan Rifal Karim Pary seorang tokoh muda muslim yang juga selaku praktisi hukum, kepada wartawan, di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (13/3/2025).

Ia berujar, dirinya (Rifal Karim Pary) telah membaca berita disejunlah media, bahwa para tokoh pemuda, tokoh agama dan berbagai praktisi hukum juga ikut mengkritisi fenomena maraknya praktek judi togel di Kota Sorong yang sangat sulit untuk ditindak.

“Kita tahu bersama bahwa kota Sorong ini baru bulan kemarin atau baru tahun ini telah dibuka yang namanya Polda Papua Barat Daya, jadi saya harap Kapolda jangan hanya berstatement seperti apa yang telah keluar di beberapa media. Perlu adanya tindakan nyata,” ungkap Rifal pengacara muda yang berhimpun di organisasi KAI.

“Kalau statement, kami juga bisa berstetmen tetapi kami berharap tidak ada tebang pilih. Jadi semua penjual togel yang ada di Kota Sorong kalau mau tutup, tutup semua. Jangan orang besar punya tidak ditindak sementara yang kecil-kecil ditindak,” sambungnya.

Menurut Rifal, jangan tebang pilih dalam penindakan. Seperti pengecer yang ditangkap dan diproses, sementara pemilik sebagai bandar besar tidak ditangkap untuk diproses hukum.

“Hal ini sudah bukan rahasia lagi tetapi sudah menjadi pemberitaan, saat ini pihak kepolisian khususnya Polres Sorong, Polres Sorong kota seperti melakukan pembiaran,” terangnya.

Lanjut Rifal, kalau dilihat pada malam hari di Kota Sorong ramai diberbagai tempat dibuka lapak untuk penjualan togel. Maraknya praktek judi togel hingga berbagai tokoh, dan juga sejumlah praktisi hukum prihatin dan kecewa dengan Kepolisian yang terkesan acuh tak acuh.

“Bahkan kami sampai berspekulasi, jangan-jangan pihak kepolisian diduga terlibat mendapat jatah dari situ juga sehingga untuk melakukan penindakan seperti penutupan, penangkapan dan sebagainya tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan penindakan,” ungkap Rifal.

“Padahal sudah ditegur berulang kali bahkan di media-media juga sudah keluar, cuma itulah kita orang kecil ini bisa apa namun kami berharap Polda Papua Barat Daya pada bulan Ramadhan ini jangan terbang pilih kalau mau tutup, tutup semua tidak ada bahasa tutup sementara tapi harus tutup selamanya karena judi togel itu selain dilarang oleh undang-undang atau hukum positif juga dilarang oleh agama,” pungkasnya.

Tim Liputan medianasional.id

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses