BREBES, medianasional.id – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Brebes menggelar perlombaan olahraga tradisional di Objek Wisata Kaligua, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.
Sekitar 200 peserta mengikuti berbagai perlombaan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Sejumlah olahraga tradisional yang dipertandingkan meliputi hadang, terompah panjang, tarik tambang, balap karung, egrang, dan balap karung estafet.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes yang juga menjabat sebagai Ketua KORMI Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, S.Hut., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemajuan kebudayaan melalui pengenalan olahraga tradisional kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan dasar.
“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan ini karena olahraga tradisional merupakan bagian dari 10 Objek Pemajuan Kebudayaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sekolah dasar,” ungkap Fajar.
Pengenalan olahraga tradisional tersebut menyasar para guru PJOK dari enam kecamatan, yakni Paguyangan, Bumiayu, Sirampog, Bantarkawung, Salem, dan Tonjong. Para guru diharapkan dapat menjadi penggerak pelestarian olahraga tradisional dengan mengenalkan serta mengajarkannya kepada peserta didik di sekolah masing-masing.
Menurut Fajar, olahraga tradisional perlu terus diperkenalkan agar tetap lestari di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak dan generasi muda.
“Kami berharap ke depan para guru dapat mengajarkan olahraga tradisional kepada anak-anak didik di sekolah. Dengan demikian, olahraga tradisional tidak hanya dikenal sebagai permainan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi aktivitas yang menarik, mendidik, dan relevan bagi generasi sekarang,” tambahnya.
Selain menjadi sarana pelestarian budaya, perlombaan tersebut juga bertujuan mempererat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai sportivitas, kerja sama, kedisiplinan, ketangkasan, dan gotong royong. Berbagai permainan yang dipertandingkan mengajarkan peserta untuk bekerja sama, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi semangat sportif dalam berkompetisi.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan hiburan musik calung dari grup Putra Mas, Desa Pandansari. Penampilan kesenian tradisional tersebut menambah nuansa budaya dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata alam Kaligua.
Pemilihan Objek Wisata Kaligua sebagai lokasi kegiatan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Brebes kepada para peserta. Perpaduan olahraga tradisional, kesenian daerah, dan suasana alam diharapkan dapat memberikan pengalaman menarik sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama KORMI Kabupaten Brebes berupaya mendorong pelestarian olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus diperkenalkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama melalui lingkungan pendidikan, sehingga olahraga tradisional tidak hanya menjadi bagian dari sejarah bangsa, tetapi juga tetap hidup sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan, mendidik, dan bermanfaat bagi generasi masa kini. (*)






