Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Kecamatan Paguyangan Bahas Pelayanan Publik hingga Kesiapsiagaan Bencana

Brebes, Jawa Tengah59 Dilihat

BREBES, medianasional.id – Pemerintah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, memperkuat sinergi lintas sektoral untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, kepedulian sosial, pengelolaan zakat, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan lintas sektoral yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Paguyangan, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), legislatif, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, hingga organisasi dan lembaga pelayanan masyarakat.

Pertemuan diawali dengan doa yang dipimpin KH Mahrus, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Paguyangan, Koko Kusnanto, A.Kp., S.Hut. Agenda berikutnya diisi pemaparan materi dari sejumlah pemangku kepentingan, diskusi, dan tanya jawab.

Dalam sambutannya, Koko Kusnanto menekankan pentingnya silaturahmi dan koordinasi antarlembaga sebagai upaya menyelaraskan program serta meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, forum lintas sektoral menjadi ruang komunikasi untuk membahas berbagai persoalan di wilayah Paguyangan sekaligus memperkuat kerja sama dalam mencari solusi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Selain pelayanan publik, kesiapsiagaan menghadapi bencana juga menjadi perhatian. Kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, lembaga kebencanaan, dan masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat serta memperkuat koordinasi dalam penanganan bencana.

Baznas Sosialisasikan Zakat Penghasilan dan Pembentukan UPZ

Perwakilan Baznas Kabupaten Brebes, Nur Sodik, menyampaikan sosialisasi mengenai zakat penghasilan dan pengelolaan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai kewajiban zakat berdasarkan ketentuan syariat dan pedoman resmi yang berlaku. Sosialisasi tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah desa mengenai mekanisme pengumpulan dan penyaluran zakat secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pembentukan UPZ di tingkat desa menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Keberadaan UPZ diharapkan dapat membantu pengelolaan zakat dengan melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak terkait sesuai ketentuan Baznas.

Pengelolaan zakat juga perlu didukung mekanisme penyetoran melalui rekening resmi dan pelaporan yang akuntabel. Sementara itu, ketentuan nisab dan besaran zakat penghasilan harus mengacu pada pedoman resmi Baznas serta ketentuan syariat yang berlaku.

Aktivis Soroti Kepedulian terhadap Warga Kurang Mampu

Dalam forum tersebut, aktivis pegiat sosial Imam Khambali menyoroti pentingnya kepedulian terhadap warga kurang mampu, terutama masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi dan membutuhkan bantuan segera.

Ia berharap masyarakat tidak menutup mata terhadap kondisi warga di lingkungan sekitarnya yang memerlukan perhatian. Menurutnya, persoalan sosial perlu direspons melalui komunikasi dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, serta pihak terkait.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Brebes, Dinas Sosial, pihak kecamatan, dan kepolisian atas respons cepat dalam menindaklanjuti laporan mengenai warga kurang mampu.

Ia menilai respons yang cepat dan koordinasi yang baik sangat diperlukan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

Kepedulian sosial, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur lainnya. Dengan demikian, persoalan sosial dapat lebih cepat teridentifikasi dan ditangani secara tepat.

Libatkan Kepolisian, Legislatif, dan Perguruan Tinggi

Pertemuan lintas sektoral tersebut juga diisi sambutan Kapolsek Paguyangan, Tasudin, S.H., M.H., sebagai bagian dari penguatan koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung penyelesaian berbagai persoalan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Anggota DPRD Kabupaten Brebes, H. Ahmad Zamroni, dan perwakilan Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Paguyangan, H. Karman, turut masuk dalam agenda kegiatan.

Keterlibatan unsur legislatif dan pemerintah desa menjadi ruang komunikasi untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, membahas kebutuhan pembangunan, serta memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan di tingkat kecamatan.

Sementara itu, keterlibatan perguruan tinggi, termasuk Universitas Peradaban dan UMBS, diharapkan membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kapasitas masyarakat.

Kegiatan ini turut melibatkan unsur Polsek dan Koramil Paguyangan, puskesmas, lembaga pendidikan, Kantor Urusan Agama (KUA), BPBD, pemadam kebakaran, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, serta instansi dan lembaga terkait lainnya.

Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kecamatan Paguyangan diharapkan dapat terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektoral. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas kepedulian sosial, memperbaiki koordinasi pengelolaan zakat, menjaga keamanan wilayah, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana demi kepentingan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses