Raja Ampat,medianasional.id – Ketua DPRD Raja Ampat, Mohammad Taufik Sarasa meminta kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk memperbaiki sistem IPAL
Menurutnya hal tersebut sangat penting, Pasalnya, sistem instalasi pengolahan air limbah yang didesain khusus untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan oleh rumah sakit, seperti limbah medis, patologi, dan limbah domestik.
“Untuk mengurangi dampak negatif limbah cair terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, dengan memastikan limbah yang dibuang memenuhi standar baku mutu dan aman.Untuk itu RSUD Raja Ampat harus sungguh-sungguh dalam memperbaiki sistem IPALnya,” kata Ketua DPRD Raja Ampat, ditengah melakukan Fungsi Pengawasan bersama rekan-rekan anggota DPRD Raja Ampat lainnya, di pasar Snon Bukor Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Rabu (7/5/2025).
Sekedar untuk diketahui jarak RSUD dan Pasar Snon Bukor sangat dekat. Untuk itu, media ini melakukan konfirmasi terkait sistem pengelohan IPAL RSUD Raja Ampat, sekaligus mempertanyakan sumber anggaran pegolahan IPAL dan nominalnya. Namun direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ampat, Meidi Maspaitella saat dihubungi melalui sambungan telepon Whatsapp, Selasa (20/5) berjanji akan mengatur waktu.”Kamis atau Jum’at ya kita atur waktu,” kata Meidi melalui pesan audio whatsapp.
Karena belum ada jawaban, media ini mencoba menghubungi kembali direktur RSUD.”Sy smtr rapat aula wayag nanti sy hbg ya pak,” jawab Meidi melalui pesan whatsapp, Jum’at (23/5/2025) pagi.
Perlu dimaklumi, mungkin faktor kesibukan, sehingga konfirmasi terkait sistem pengolahan IPAL RSUD belum dijawab oleh direktur RSUD Raja Ampat.
Kemudian sekira pukul 16.40 WIT, Meidi Maspaittela menghubungi mengajak bertemu. Namun awak media menolak. Karena konfirmasi tidak harus ketemuan, bisa melalui sambungan telepon, via whatsapp dan alat komunikasi lainnya.
“Baik.nanti syn sampaikan via voice ya,”kata Meidi dalam pesan whatsapp yang diterima media ini.
Tim Liputan medianasional. id






