Kepala KUPP Raja Ampat Berharap Serah Terima Aset Pelabuhan Segera Terwujud, Sekda Dikonfirmasi Sampaikan ini

Papua Barat Daya237 Dilihat

Raja Ampat, medianasional.id – Kepala (KUPP) Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II (dua) Kabupaten Raja Ampat, Nurdin Marpaung berharap serah terima hibah aset Pelabuhan Waisai dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat kepada pihaknya Direktorat jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Kementerian Perhubungan) segera terwujud.

Tujuannya, agar kewenangan tugas dan fungsi (tupoksi) dalam urusan penyelenggaraan kepelabuhanan bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Kami butuh dukungan semua pihak agar hibah aset Pelabuhan Waisai segera diserahkan kepada kami, dengan itu kami bisa menjalankan tupoksi dengan leluasa dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, serta meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan,” ujar Kepala KUPP Raja Ampat saat ditemui wartawan Selasa (24/6/2025) siang, di kantornya, Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Ia menyebut, bahwa dirinya (Nurdin Marpaung) juga telah berkoordinasi dengan Sekda Raja Ampat bahwa penyerahan aset Pelabuhan di Juli tahun ini “Pak Sekda juga telah berkoordinasi dengan pak Dian Patria dari Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Pencegahan Korupsi Wilayah V KPK, semoga semuanya lancar mohon dukungannya dari semua pihak terutama rekan-rekan wartawan,” terang Kepala KUPP.

Sementara Pemkab Raja Ampat melalui Sekretaris daerah (Sekda), Yusuf Salim membenarkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak KPK. “Bulan Juli ada Tim dari kemenhub, didampingi Deputi Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Pencegahan Korupsi Wilayah V KPK,”ungkap Sekda, saat dikonfirmasi media ini melalui pesan Whatsapp, kemarin Kamis (26/6/2025).

Ia berharap, apa yang direncanakan semuanya berjalan dengan lancar, dan di bulan Juli tahun ini hibah aset Pelabuhan sudah bisa diserahkan kepada Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut.

Tim Liputan medianasional.id

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses