Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron, Fokus Tahun 2026, Tambah Ruang Kelas Dan Rehabilitasi

Tingginya intensitas hujan Asep perintahkan,kepala sekolah untuk rutin mengecek kondisi bangunan sekolah masing masing,laporkan kalau ada ruangan yang berpotensi mengalami kerusakan

Bandung1657 Dilihat

Bandung,Medianasional,id- Pemerintah kota Bandung telah mengagendakan pembangunan besar-besaran pada tahun 2026. Targetnya 60 ruang kelas baru untuk SD dan SMP.

Selain itu, ada penambahan rehabilitasi untuk sekitar 30 SD dan 30 SMP, tetapi nanti disinkronkan kembali dengan hasil kajian teknis kondisi bangunan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan kota Bandung Asep Saeful Gufron di Balai Kota Bandung pada awak media.

Kajian teknis diperlukan untuk memastikan kondisi konstruksi setiap sekolah, terutama bangunan yang telah berusia puluhan tahun dan berpotensi membahayakan keselamatan. Bangunan yang dinilai mengkhawatirkan akan diprioritaskan untuk rehabilitasi.

Untuk pembangunan 60 ruang kelas baru, Pemkot Bandung menyiapkan anggaran sekitar Rp38 miliar, setelah penyesuaian dari alokasi awal Rp58 miliar. Efisiensi dilakukan setelah evaluasi kebutuhan serta penghematan pada komponen utilitas tertentu.

“Kita benar-benar memetakan kondisi bangunan dengan hati-hati. Apalagi sekarang musim hujan, kita tidak ingin ada bangunan sekolah yang ambruk,” ujar Asep.

Asep juga menyampaikan perkembangan dua sekolah baru yang dibangun tahun sebelumnya, yakni yang berlokasi di Bojongloa serta SMP 75.

Selain itu, beberapa bangunan yang ambruk atau mengalami kerusakan berat telah ditangani, termasuk melalui bantuan yayasan maupun pengajuan dukungan ke Kementerian Pendidikan.

Memasuki musim hujan, Asep menyebut, pemantauan kondisi bangunan sekolah diperketat. Seluruh kepala sekolah diminta siaga dan melakukan pengecekan rutin terhadap ruang-ruang yang berpotensi mengalami kerusakan.

“Jangan sampai amit-amit ada yang rubuh. Sekarang SD, SMP, dan TK Negeri sedang dicek kelayakan bangunannya,” katanya.

Asep memastikan seluruh program pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan di Kota Bandung dilakukan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kualitas proses belajar mengajar.

“Kita betul-betul hati-hati agar tidak ada bangunan yang berpotensi membahayakan siswa. Semua dipetakan dengan detail,” ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses