Raja Ampat, medianasional.id – Pengabdian ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak hanya sebatas pekerjaan, tetapi juga merupakan panggilan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi negara dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Raja Ampat, Djalali saat ditemui belum lama ini di kantornya, Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya, Senin (7/7/2025) siang.
Ia mengaku untuk merubah nasib menjadi seorang Abdi Negara tidaklah mudah, berbagai ujian hidup harus dilalui.Pasalnya, sebelum diangkat menjadi ASN, Djalali pernah menjadi buruh bagasi di pelabuhan Jayapura. Atas petunjuk Tuhan (Allah SWT) dirinya terpanggil mengikuti seleksi ASN dengan bermodalkan ijazah SMA, dan dinyatakan lulus seleksi ASN terhitung bulan Maret 1988 di Jayapura pada waktu itu masih Provinsi Irian Jaya.
“Awalnya tiga bulan orientasi dibagian Humas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sorong, kemudian saya ditempatkan bertugas di Distrik (Kecamatan) Waigeo Selatan, Saonek selama kurang lebih tiga tahun. Setelah itu saya kembali bertugas di Bagian Humas Kabupaten Sorong kemudian bergeser di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) pada Desember 1992 sampai dengan 2003,” ujar Djalali yang diketahui saat ini bertitel S2 Alumni Fakultas Hukum Bisnis Universitas Muhammadiyah Sorong 2017.
“Setelah Raja Ampat terbentuk sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pada 2003 saya di mutasi pindah bertugas di Kabupaten Raja Ampat sampai dengan saat ini, dan pada tanggal 1 September 2025 nanti saya akan purna tugas,”sambungnya.
Djalali berpesan bagi penggantinya, dan rekan ASN lainnya untuk menjalankan tugas dan fungsi mereka dengan baik, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Mengingat pentingnya nilai-nilai dasar ASN, seperti BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), serta semangat bangga melayani masyarakat.
Tugas utama ASN (Aparatur Sipil Negara) adalah pengabdian kepada negara dan masyarakat. ASN, sebagai abdi negara, memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan publik, melaksanakan kebijakan pemerintah, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mengayomi bawahan.
Menurut Djalali, suksesnya seorang pemimpin sangat erat kaitannya dengan dukungan yang diberikan oleh bawahannya. Pemimpin yang sukses tidak hanya mampu memberikan instruksi, tetapi juga mampu membangun hubungan baik, memotivasi, dan memberdayakan timnya. Dukungan bawahan dalam bentuk partisipasi, umpan balik, dan kerjasama yang baik menjadi kunci penting bagi pencapaian tujuan organisasi.
“Karena saya satu September 2025 sudah purna tugas, jadi pesan dan harapan saya kepada pengganti saya, untuk program kerja BPKAD yang sudah terencana dan berjalan dengan baik perlu dipertahankan serta program kerja yang baik belum terlaksana untuk dilanjutkan,” pinta Djalali yang diketahui pernah menduduki berbagai jabatan penting di lingkungan Pemkab Raja Ampat, diantaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Bagian Perlengkapan dan jabatan strategis lainnya.
Selain itu, karena permohonan maaf saat purna tugas adalah bagian penting dari proses pengakhiran masa kerja seorang ASN. Hal ini mencerminkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan moral, serta upaya menjaga hubungan baik dengan sesama.
Untuk itu, Djalali pria Bugis yang lahir 30 Agustus 1965 ini tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan, seluruh ASN di lingkungan Pemkab Raja Ampat, dan semua pihak jika selama pengabdian, dan pelayanannya ada kehilafan, kesalahan yang disengaja maupun tak disengaja.
Pewarta : Zainal La Adala
Editor : Zainal La Adala






