Medianasional.id
Ternate – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate mulai mengalami krisis obat dan bahan untuk mengoperasi pasien, Kamis 4 Mei 2023.
Hal ini berdasarkan penelusuran awak media ini, ada pasien Hernia Incarserata yang diduga tidak bisa di operasi, karena benang nilon 3/0 habis dan diduga dipaksakan operasi dengan memakai benang nilon 4/0.
Selain itu, Jarum Spinocen untuk spinal anestesi juga habis. Sehingga diduga kuat pihak rumah sakit menyarankan agar pihak keluarga pasien untuk mencari di luar. Alhasil, pasien tersebut diduga batal operasi.
Dari berbagai informasi yang dikantongi juga, saat ini situasi pasien merasa resah dan gelisah sementara masih sejumlah pasien yang hendak mengantri operasi juga diduga kuat bakal gagal operasi di RSUD Chasan Boesoirie Ternate.
Sementara pihak manajemen rumah sakit belum mengambil langkah penanganan atas situasi tersebut.
Lebih parah lagi, situasi RSUD Chasan Boesoirie saat ini dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit terkait dengan pengalihan pelayanan resep, dimana PT kimia Farma apotek berdasarkan surat dengan nomor : 135/KFA/BM-TTE/IV/2023 tertanggal 28 April 2023 perihal penghentian pelayanan resep oleh PT kimia Farma
Hal ini diduga kuat pihak RSUD Chasan Boesoirie berhutang kepada puluhan vendor perusahan obat dengan kisaran mencapai puluhan miliyar yang belum diselesaikan hingga kini.
Akibat dari hal tersebut, pihak manajemen menyarankan kepada pasien BPJS untuk membeli obat di apotek luar dan kwitansi pembelian dimasukan di rumah sakit, dan dengan diberikan waktu selama 3 hari untuk pengembalian uang obat. Namun nyatanya sampai saat ini uang tersebut diduga kuat belum dikembalikan, dimana akan menambah hutang rumah sakit.
Sementara dalam situasi rumah sakit yang begitu genting, Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate dr Alwia Assagaf memberikan kewenangan kepada dr Fasni Halil selaku PLH direktur Chasan Boesoirie.
Hingga berita ini dipublish, pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate dan Direktur, awak media ini kesulitan menghubungi yang bersangkutan atas polemik rumah sakit.
