Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar Beri Bantuan 286 Ekor Bibit Domba Unggul ke 13 Kelompok Ternak

Perkuat Populasi dan Kesejahteraan Peternak di Jawa Barat

Bandung1292 Dilihat

Bandung, Medianasional.id – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan rakyat melalui kegiatan Penyebaran Bantuan Bibit Ternak Domba Hasil Produksi UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing (BPPTDK) Margawati Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung BPKAD Provinsi Jawa Barat ini dirangkaikan diawali dengan penandatanganan BaHhe Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), Berita Acara Serah Terima (BAST), serta Surat Pernyataan Kesanggupan Memelihara Ternak oleh kelompok penerima bantuan penyebaran, dan dilanjutkan dengan penyerahan ternak di lokasi kandang Margawati Garut dan Tambakmekar Subang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin, menyampaikan bahwa program penyebaran bibit ternak merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan populasi ternak domba, memperbaiki mutu genetik, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani di daerah.

Menurutnya, ternak domba memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan peternak, mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan, serta menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan subsektor peternakan. Di tengah berbagai tantangan, mulai dari ancaman penyakit hewan menular strategis hingga dinamika ekonomi, pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada peternak rakyat.

Ia menambahkan, kebijakan penghentian impor daging domba sejak November 2024 menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing peternak lokal. Melalui penyediaan bibit unggul, penguatan biosekuriti, dan pendampingan kepada kelompok ternak, diharapkan usaha peternakan rakyat semakin tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

Program penyebaran bantuan bibit ternak ini juga merupakan bagian dari strategi UPTD BPPTDK Margawati dalam mengembangkan populasi ternak domba pasca penurunan populasi akibat wabah penyakit, sekaligus melestarikan sumber daya genetik (SDG) lokal Jawa Barat, khususnya Domba Garut dan Domba Priangan.

Selain itu, pemerintah terus mendorong pengembangan Wilayah Sumber Bibit (WSB) Domba Garut sebagai pusat produksi bibit unggul serta merintis penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Domba Priangan sebagai pijakan pengembangan komoditas unggulan daerah di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala UPTD BPPTDK Margawati, Febby Rizaly Nur Rury, menjelaskan bahwa penyebaran bantuan bibit ternak domba merupakan salah satu layanan UPTD yang telah berjalan sejak tahun 2018 sebagai implementasi Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pengembangan Benih dan/atau Bibit Ternak dan Hijauan Pakan Ternak di Masyarakat.

Program ini bertujuan mendorong pengembangan usaha pembibitan ternak di tingkat kelompok sekaligus meningkatkan pendapatan peternak.

Pada tahun 2026, UPTD BPPTDK Margawati menerima 63 proposal permohonan bantuan penyebaran dari 14 kabupaten di Jawa Barat. Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan verifikasi teknis lapangan yang berlangsung sejak Mei hingga Juli 2026, terpilih 13 kelompok ternak dari 8 kabupaten sebagai penerima bantuan penyebaran bibit ternak domba.

Masing-masing kelompok menerima 22 ekor bibit ternak, terdiri atas 20 ekor domba betina dan 2 ekor domba jantan. Sebanyak tujuh kelompok memperoleh bibit Domba Garut dari BPPTDK Margawati Garut, sedangkan enam kelompok lainnya menerima bibit domba non-Garut dari SPPPTDK Tambakmekar, Subang.

Setiap ternak yang disalurkan telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), data recording ternak, surat jalan, serta formulir pelaporan perkembangan populasi sebagai bagian dari sistem monitoring dan evaluasi program.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses