TABANAN, medianasional.id – Aksi main hakim sendiri kembali memicu tragedi maut di Bali. Seorang pria berinisial KD (45) tewas mengenaskan setelah dikeroyok massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
.
Korban merupakan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Peristiwa tragis ini langsung menjadi sorotan tajam publik setelah video kepulangan jenazah korban viral di media sosial.
Tangis Pilu Anak Korban Mengiris Hati Publik
Suasana duka menyelimuti rumah sederhana keluarga korban saat jenazah KD tiba. Tangisan histeris Keysa, putri bungsu korban, memicu simpati mendalam sekaligus gelombang kecaman netizen terhadap aksi main hakim sendiri.
KD diketahui meninggalkan tiga orang anak.
.
Sebagai keluarga prasejahtera penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), korban dikenal sangat dekat dengan putri bungsunya tersebut. Kisah pilu yang menimpa Keysa bahkan menarik perhatian seorang figur publik, Aishar, yang berencana segera mengunjungi dan menyalurkan bantuan untuknya.
Polisi Tangkap 5 Pelaku Pengeroyokan
Meski dugaan pencurian merupakan pelanggaran hukum, aksi pengeroyokan hingga menewaskan orang lain adalah tindak pidana berat yang tidak dapat dibenarkan.
Pihak kepolisian bergerak cepat menangani kasus ini. Saat ini, aparat telah resmi mengamankan lima orang terduga pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan maut tersebut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Imbauan Tegas Kepolisian
Menanggapi peristiwa ini, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat. Warga diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi hingga melakukan aksi main hakim sendiri jika mendapati adanya tindak pidana.
Polisi menegaskan agar setiap pelaku kejahatan yang tertangkap tangan segera diserahkan kepada aparat penegak hukum guna menghindari konsekuensi hukum yang justru akan merugikan diri sendiri.





