DENPASAR, medianasional.id – Peran guru pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas. Dalam keseharian di sekolah, guru juga berhadapan dengan kebutuhan penanganan kesehatan sederhana, pembentukan kebiasaan hidup bersih pada anak, hingga pengelolaan kesejahteraan pribadi. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa melaksanakan program pemberdayaan bagi guru TK Widya Kumara Sari, Banjar Tegalsari, Panjer, Denpasar Selatan.
Program bertajuk “PKM Gerakan Cermat Mengelola Obat dan Literasi Finansial pada Guru TK Widya Kumara Sari Denpasar Selatan” dilaksanakan oleh tim dari Universitas Warmadewa yang dikoordinasikan oleh apt. Made Dharmesti Wijaya, S.Farm., M.Sc., bersama Dr. Anak Agung Gede Indraningrat, S.Si., M.Sc. dan Ida Ayu Agung Idawati, S.E., MBA dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa.
Kegiatan mendapat dukungan pendanaan melalui RKA Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Tahun 2026. Pendekatan lintas bidang digunakan karena kebutuhan mitra tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kebersihan lingkungan sekolah dan peningkatan pengetahuan guru dalam mengelola keuangan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan penjajakan pada 1 Mei 2026. Tim berdiskusi bersama pihak sekolah untuk memetakan kebutuhan yang paling relevan dengan aktivitas guru dan kondisi lingkungan sekolah. Dalam proposal PKM, hasil identifikasi awal menunjukkan masih perlunya penguatan pemahaman mengenai penggunaan obat secara benar, fasilitas penanganan kesehatan sederhana, pengelolaan kebersihan dan sampah, serta literasi finansial guru.
TK Widya Kumara Sari sendiri merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang telah berdiri sejak tahun 1995. Sekolah yang dipimpin oleh Ni Nengah Astini, S.Pd. tersebut memiliki 25 siswa yang terbagi dalam dua kelompok belajar dan didukung oleh tiga orang guru. Posisi sekolah di lingkungan Banjar Tegalsari menjadikan guru memiliki peran penting tidak hanya sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai contoh dalam membentuk kebiasaan hidup sehat dan peduli lingkungan pada anak sejak usia dini.
Kegiatan utama PKM dilaksanakan pada 9 Mei 2026. Salah satu materi yang diberikan adalah Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GEMA CERMAT). Guru diajak memahami prinsip dasar penggunaan obat secara rasional, mulai dari cara memperoleh obat yang tepat, menggunakan obat sesuai kebutuhan, menyimpan obat dengan benar, hingga membuang obat yang sudah tidak digunakan secara aman. Materi tersebut disesuaikan dengan kondisi guru yang dalam aktivitas sehari-hari dapat menghadapi keluhan kesehatan ringan pada anak di lingkungan sekolah.
Penguatan pengetahuan tersebut juga disertai dengan pengenalan penanganan kesehatan sederhana dan pemanfaatan perlengkapan P3K. Tim memberikan fasilitas kesehatan yang dapat digunakan untuk menunjang kesiapan sekolah dalam menangani keluhan kesehatan ringan. Berdasarkan rancangan program, fasilitas pendukung mencakup antara lain paket kotak obat dan perlengkapan kesehatan, termometer, tensimeter, timbangan berat badan, serta alat ukur tinggi badan.
Tidak berhenti pada aspek kesehatan, kegiatan juga membawa isu kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi bagian dari proses pemberdayaan. Guru memperoleh edukasi mengenai pemisahan sampah dan pengelolaan sampah organik melalui metode komposting sederhana. Program ini dirancang agar pengelolaan lingkungan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan membersihkan sekolah, tetapi dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter yang kemudian diperkenalkan kepada anak melalui kebiasaan sehari-hari.
Untuk mendukung penerapannya, program juga menyediakan sarana kebersihan dan pengomposan. Dalam proposal, fasilitas yang direncanakan meliputi tempat sampah, composting bag, serta starter EM4 untuk kompos, sehingga guru memiliki sarana yang dapat langsung dimanfaatkan setelah pelatihan. Edukasi pengelolaan sampah dan metode komposting memang menjadi salah satu solusi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola lingkungan sekolah secara lebih teratur.
Aspek lain yang menjadi ciri khas kegiatan PKM ini adalah literasi finansial bagi guru. Materi disampaikan oleh Ida Ayu Agung Idawati, S.E., MBA, dengan pembahasan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan jangka panjang, kebiasaan menabung, dan pengenalan investasi sederhana.
Guru juga diperkenalkan dengan beberapa instrumen keuangan yang relatif mudah dipahami oleh pemula, seperti tabungan berjangka, emas, dan reksa dana. Pembahasan tidak diarahkan untuk mendorong peserta memilih produk investasi tertentu, tetapi untuk memberikan pemahaman dasar agar keputusan keuangan dapat dilakukan secara lebih terencana dan sesuai kemampuan masing-masing. Materi tersebut memang menjadi salah satu komponen utama program berdasarkan kebutuhan yang disampaikan oleh mitra.
Setelah kegiatan utama, program dilanjutkan dengan pendampingan dan monitoring hingga 26 Agustus 2026. Tahap ini digunakan untuk melihat penerapan materi dan pemanfaatan fasilitas yang telah diberikan, sekaligus menjadi ruang diskusi apabila guru menemui kendala dalam praktiknya. Pola monitoring setelah pelatihan juga telah dirancang sejak awal sebagai bagian penting untuk melihat sejauh mana pengetahuan yang diberikan benar-benar dapat diterapkan oleh mitra.
Kepala TK Widya Kumara Sari, Ni Nengah Astini, S.Pd., menjadi mitra utama dalam mendukung pelaksanaan program. Keterlibatan pihak sekolah sejak tahap penjajakan hingga pendampingan menjadi bagian penting agar kegiatan yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nyata di lingkungan TK Widya Kumara Sari.
Melalui program ini, tim PKM FKIK Universitas Warmadewa berharap guru semakin memiliki kemampuan untuk mengelola obat secara cermat, merespons kebutuhan kesehatan sederhana di sekolah, membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan yang lebih baik, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih terencana. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat memberikan manfaat lanjutan bagi lingkungan sekolah dan keluarga.




