DENPASAR, medianasional.id – Upaya meningkatkan kapasitas guru dalam mendukung kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan kesejahteraan tenaga pendidik terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa. Pada tahun 2026, tim pengabdi melaksanakan program PKM di TK Budi Cakra Kumara, Peguyangan Kaja, Denpasar Utara, dengan melibatkan guru sebagai mitra utama kegiatan.
Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa yang dikoordinasikan oleh apt. Made Dharmesti Wijaya, S.Farm., M.Sc., dengan anggota Dr. Anak Agung Gede Indraningrat, S.Si., M.Sc., serta Ida Ayu Agung Idawati, S.E., MBA dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa. Kegiatan memperoleh dukungan pendanaan dari RKA FKIK Universitas Warmadewa Tahun 2026.
Program PKM mengintegrasikan tiga bidang yang berkaitan dengan kebutuhan mitra, yaitu kesehatan sekolah, pengelolaan lingkungan, dan literasi finansial. Pendekatan tersebut sesuai dengan rancangan program yang sejak awal diarahkan untuk meningkatkan kapasitas guru melalui edukasi yang bersifat aplikatif dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penjajakan dan sosialisasi pada 30 Mei 2026. Pada tahap tersebut, tim pengabdi melakukan koordinasi bersama pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra serta menyusun bentuk kegiatan yang paling sesuai. Pembahasan mencakup pemanfaatan fasilitas kesehatan di sekolah, kemampuan guru dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana, pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, serta kebutuhan peningkatan literasi finansial.
Kegiatan pelatihan utama kemudian dilaksanakan pada 8 Juni 2026 dengan melibatkan guru-guru TK Budi Cakra Kumara dan turut dihadiri oleh pengawas sekolah. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukasi, demonstrasi, praktik langsung, dan diskusi agar materi yang diberikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh mitra.
Pada bidang kesehatan, guru memperoleh pelatihan penggunaan alat pemeriksaan kesehatan sederhana. Peserta dilatih melakukan pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan sekolah.

Tim pengabdi juga memberikan bantuan berbagai fasilitas kesehatan dan sarana pendukung UKS. Fasilitas yang diberikan antara lain kotak P3K beserta perlengkapannya, termometer, tensimeter, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan, serta fasilitas pendukung kebersihan dan kesehatan sekolah. Penyediaan fasilitas ini disesuaikan dengan kebutuhan mitra agar keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diterapkan setelah kegiatan utama selesai. Dalam proposal kegiatan, keterbatasan fasilitas kesehatan dasar memang menjadi salah satu kebutuhan yang diidentifikasi bersama mitra.
Selain keterampilan pemeriksaan kesehatan, program juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat secara rasional melalui prinsip Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau GEMA CERMAT. Materi mencakup pemahaman mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Edukasi tersebut penting karena guru tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik, tetapi dalam kondisi tertentu juga menjadi pihak pertama yang menghadapi keluhan kesehatan ringan pada anak selama berada di lingkungan sekolah.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan, guru juga mendapatkan pelatihan literasi finansial yang diberikan oleh Ida Ayu Agung Idawati, S.E., MBA. Materi mencakup pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran berdasarkan pendapatan dan pengeluaran, perencanaan keuangan, serta pengenalan instrumen investasi sederhana bagi pemula. Beberapa instrumen yang diperkenalkan antara lain tabungan berjangka, emas, dan reksa dana.
Pada bidang lingkungan, kegiatan difokuskan pada pemilahan dan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Guru diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara sederhana di lingkungan sekolah, dimulai dari pemisahan sampah organik dan anorganik hingga pengolahan bahan organik melalui proses komposting.
Tim pengabdi turut memberikan fasilitas pendukung berupa tempat sampah, composting bag, serta starter kompos agar proses pengelolaan sampah dapat dilanjutkan oleh mitra. Dalam proposal, pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan prioritas karena pemisahan dan pengolahan sampah sebelumnya belum berjalan secara optimal serta masih memerlukan dukungan fasilitas dan peningkatan pengetahuan guru.
Setelah kegiatan pelatihan, tim pengabdi melaksanakan monitoring dan evaluasi selama kurang lebih dua bulan hingga 27 Agustus 2026. Monitoring dilakukan untuk melihat sejauh mana pengetahuan, keterampilan, dan fasilitas yang diberikan telah dimanfaatkan oleh mitra. Dalam rancangan program, kegiatan monitoring memang ditempatkan sebagai tahapan penting untuk menilai implementasi hasil pelatihan di lingkungan sekolah.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa guru telah mampu mengimplementasikan keterampilan yang diberikan secara mandiri. Fasilitas kesehatan yang disediakan telah mulai dimanfaatkan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan sederhana. Pada bidang lingkungan, mitra juga telah mampu menerapkan pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan memanfaatkan sarana yang diberikan oleh tim pengabdi.
Kepala TK Budi Cakra Kumara, Ni Luh Kadek Suryani, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh tim Universitas Warmadewa. Pihak sekolah menilai pelatihan dan fasilitas yang diberikan membantu guru dalam meningkatkan keterampilan pada bidang kesehatan dan pengelolaan lingkungan. Mitra juga berharap kegiatan pengabdian dan pendampingan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada masa mendatang.
Melalui integrasi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan sederhana, penggunaan obat secara rasional, pengelolaan sampah organik, serta literasi finansial, program PKM Universitas Warmadewa di TK Budi Cakra Kumara diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas guru secara lebih komprehensif. Pendekatan edukasi, praktik langsung, pemberian fasilitas, serta monitoring berkala menjadi upaya untuk memastikan bahwa manfaat program dapat terus dirasakan setelah kegiatan pengabdian selesai.




