Cegah Kapal Kembali Tabrak Terumbu Karang Raja Ampat, Kepala KUPP dan BLUD Senada Alur Laut Solusinya

Papua Barat Daya205 Dilihat

Raja Ampat, medianasional.id – Sudah berbagai kapal menabrak terumbu karang di perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Untuk itu, Pemerintah perlu segera membuat alur laut untuk mencegah kapal kembali menabrak karang.

Alur laut ini akan memandu kapal melalui jalur yang aman, menghindari daerah-daerah terumbu karang yang sensitif. Mooring buoy adalah sistem tambatan kapal yang menggunakan pelampung yang ditambatkan ke dasar laut. Kapal dapat berlabuh pada buoy ini tanpa perlu menaikkan jangkar, sehingga mengurangi resiko kerusakan pada terumbu karang.

“Alur laut yang dibuat akan menjadi jalur yang aman dan jelas bagi kapal untuk bernavigasi, menghindari area-area yang kaya akan terumbu karang dan biota laut lainnya,” ujar Kepala KUPP Kelas II (dua) Raja Ampat, Nurdin Marpaung kepada wartawan belum lama ini.

Sementara Kepala BLUD UPTD KKP Raja Ampat, Syafri Tuharea kepada media ini menyampaikan, bahwa pentingnya perlindungan terumbu karang Raja Ampat yang dikenal sebagai rumah bagi sekitar 75% (tujuh puluh lima persen) terumbu karang dunia dan memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi, dan kerusakan terumbu karang dapat berdampak buruk pada ekosistem laut dan juga pariwisata.

Untuk itu Pemerintah daerah dan pusat perlu bekerja sama untuk membuat alur laut yang aman dan memasang mooring buoy di titik-titik strategis. Selain itu, perlu dilakukan sosialisasi kepada para pemilik kapal agar memahami pentingnya penggunaan sistem ini.

“Dengan adanya alur laut dan sistem mooring buoy, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan kapal yang merusak terumbu karang. Selain itu, ini juga dapat menjadi contoh pengelolaan wilayah laut yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” terang Syafri.

Ia menambahkan tahun ini pihaknya, (BLUD) UPTD KKP Raja Ampat) bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut melalui Kantor Distrik Navigasi Kelas 1 (satu) Sorong untuk memasang 6 (enam) morring buoy di perairan Raja Ampat.

“Dari Konservasi Indonesia ada 2 (dua) yang sudah terpasang, dari Dishub Kabupaten Raja Ampat pernah dipasang cuman jumlahnya saya tidak tahu persis. Tahun ini BLUD akan pasang sebanyak 6 (enam) morring buoy, dan ditambah 8 dari Konservasi Indonesia,” ungkap Kepala BLUD UPTD KKP Raja Ampat, saat dikonfirmasi media ini, Sabtu pagi, (12/7/2025).

Pewarta : Zainal La Adala

Editor : Zainal La Adala

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses