BANDUNG, medianasional.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai pembangunan (groundbreaking) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka, Sabtu (1/8/2026). Proyek strategis berbasis Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini hadir sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis sampah di wilayah Bandung Raya sekaligus menyuplai energi bersih.
.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa PLTSa Legok Nangka membawa dampak positif multifaset, baik untuk sektor lingkungan, investasi, maupun pembukaan lapangan kerja baru.
.
“Selain menuntaskan permasalahan sampah regional, proyek ini menghasilkan energi listrik ramah lingkungan dan membuka ribuan lapangan kerja baru,” ujar Dedi Mulyadi.
.
Proyek senilai Rp6 triliun ini dikerjakan oleh pemenang tender PT Jabar Environmental Solution (JES). Pembangunannya didukung penuh oleh pendanaan dan teknologi internasional dari Jepang dan Belanda, serta fasilitas Viability Gap Fund(VGF) dari Pemerintah Pusat.
.
Secara teknis, PLTSa Legok Nangka dirancang untuk mengolah 1.853 hingga 2.131 ton sampah per hari menjadi pasokan daya listrik sebesar 40 Megawatt (MW). Proyek ini memanfaatkan teknologi pembakaran canggih asal Jepang yang ramah lingkungan dengan sistem filtrasi udara tanpa emisi gas berbahaya, serta menyisakan residu abu minim hanya sekitar 15 persen.
.
Empat Arah Kebijakan Strategis Pemprov Jabar
Gubernur Jabar juga menegaskan empat poin kebijakan utama yang mengiringi pembangunan megaproyek ini:
- Penanganan Sampah Hulu-Hilir: Pemprov Jabar mendorong penerapan teknologi sederhana di tingkat desa/kelurahan demi menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.
- Sokongan Energi Industri: Pemprov bersinergi dengan PT PLN (Persero) untuk menyalurkan listrik ramah lingkungan ini ke kawasan industri guna memangkas biaya operasional investor.
- Komitmen Hijau & Tata Ruang: Aturan tata ruang di sekitar proyek diperketat untuk memulihkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta memberantas tambang dan penyerobotan lahan liar.
- Jaminan Keamanan Investasi: Pemprov Jabar menggandeng TNI-Polri untuk menjamin keamanan total proyek dari praktik pungutan liar (pungli) dan premanisme.
Pembangunan dan operasional PLTSa Legok Nangka ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 1.500 tenaga kerja setempat, sekaligus menjadi bukti komitmen Jawa Barat dalam mengubah tantangan lingkungan menjadi energi terbarukan.






