Merangin, medianasional.id – Sejumlah aktivis di Kabupaten Merangin meminta Penjabat Sekretaris Daerah (PJ Sekda) Merangin yang juga mantan kepala Dinas PUPR Merangin untuk memberikan klarifikasi dan mempertanggung jawabkan pernyataannya yang belakangan ini ramai beredar di media sosial.
Dalam pernyataan tersebut, PJ Sekda disebut mengatakan bahwa temuan ratusan juta rupiah pada salah satu kegiatan di Dinas PUPR Merangin “tergolong kecil” dan bahwa “setiap OPD pasti ada temuan”.
Pernyataan yang viral itu memicu reaksi dari kalangan aktivis dan masyarakat merangin. Mereka mempertanyakan apakah kondisi pengelolaan anggaran di Merangin memang telah sedemikian memprihatinkan hingga temuan bernilai besar dianggap hal biasa.
Beberapa aktivis menilai komentar tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa dugaan penyimpangan anggaran merupakan sesuatu yang lumrah terjadi.
“Kami sebagai masyarakat tentu resah. Ini seolah memberi pesan bahwa temuan berapapun besarannya dianggap wajar. Padahal publik ingin pemerintahan yang bersih,” ujar Febri Kurniawan, salah satu aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam. Yang juga mantan sekjen HMI cabang bangko.
Febri menambahkan, pihaknya mendesak agar lembaga penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dapat turun melakukan pemantauan jika diperlukan. “Kami berharap ada pengawasan yang lebih ketat agar tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang merugikan daerah,” katanya.
Para aktivis juga meminta PJ Sekda Merangin memberikan penjelasan resmi untuk menghindari kesalahpahaman publik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait polemik tersebut.






