30 Kontingen Meriahkan Street Parade Marching Band Piala Raja HB X 2026 di Malioboro

DI.Yogyakarta65 Dilihat

YOGYAKARTA, medianasional.id – Sebanyak 30 kontingen marching band dari berbagai daerah di Indonesia memeriahkan kawasan Jalan Malioboro dalam Street Parade Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2026, Jumat (6/11/2026) malam.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan dan kreativitas para peserta, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda melalui nilai kedisiplinan, kekompakan, sportivitas, dan kebersamaan.

Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., turut hadir menyaksikan kemeriahan parade tersebut. Kehadiran Danrem menjadi bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan positif yang mendorong pengembangan potensi generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi dalam memajukan seni, budaya, dan olahraga di Yogyakarta.

Street Parade dimulai dari Gedung DPRD DIY, kemudian melintasi Jalan Malioboro dan berakhir di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Sepanjang rute, 30 kontingen menampilkan berbagai atraksi musik, permainan ritme, hingga variasi formasi barisan yang memadukan kreativitas, ketepatan gerakan, dan kekompakan tim.

Kejuaraan tahun ini mempertandingkan enam klasemen, yakni Open Class, Military Band, Senior Brass, Senior Non Brass, Junior Brass, dan Junior Non Brass. Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, antara lain Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Nusa Tenggara Barat, hingga Kepulauan Riau.

Dalam sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dibacakan Kepala BPO DIY Arfi Hidananto, S.E., Akt., M.Ec.Dev., disampaikan bahwa marching band bukan sekadar pertunjukan musik dan baris-berbaris. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran tentang harmoni, kedisiplinan, kreativitas, dan kerja kolektif.

Menurutnya, setiap penampilan membutuhkan keselarasan seluruh anggota. Keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kemampuan setiap personel untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Kejuaraan Marching Band Piala Raja sendiri memiliki sejarah panjang. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada 1979 atas perkenan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Konsistensi penyelenggaraan hingga sekarang menjadi bagian dari upaya menjaga warisan kegiatan sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan prestasi dan kreativitas generasi muda Indonesia.

Sementara itu, Ketua Harian Pengurus Besar Persatuan Drum Band Indonesia (PB PDBI) Brigjen TNI (Purn.) Panca Iswandaru, S.E., M.B.A., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah DIY dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Ia menilai marching band memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama melalui penanaman nilai disiplin, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan sportivitas.

Melalui Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono X Tahun 2026, diharapkan semakin banyak lahir atlet dan insan marching band berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah serta mengharumkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.(red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses