Doni Sahroni, SH,MH Siapkan Ambulans Gratis untuk Warga, Ini Program Kerjanya Jika Pimpin FKSB Semarang

SEMARANG –MEDIANASIONAL.ID- Bursa pemilihan Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) mulai menjadi perhatian menjelang suksesi kepemimpinan organisasi tersebut. Salah satu figur yang menyatakan kesiapan maju adalah Doni Sahroni, S.H., M.H., seorang advokat yang membawa gagasan pembaruan organisasi dengan menitikberatkan pada peningkatan pemahaman hukum, penguatan soliditas antarorganisasi, serta program sosial bagi masyarakat.

Dorong Ormas Melek Hukum dan Perkuat Soliditas Organisasi

Doni menilai, pemahaman hukum tidak hanya penting bagi kalangan praktisi, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan organisasi kemasyarakatan. Karena itu, jika mendapat kepercayaan memimpin FKSB, ia ingin mendorong seluruh ormas di Kota Semarang agar semakin memahami aturan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada dasarnya, aspek hukum sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk dalam aktivitas organisasi. Setiap organisasi memiliki AD/ART dan peraturan internal yang harus dipahami serta dijalankan. Saya berharap ormas-ormas di Kota Semarang semakin sadar hukum, memahami aturan, dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkap Doni saat ditemui di kantornya, Sabtu (7/11/2026).

Sebagai praktisi hukum, Doni mengaku pengalaman panjang di dunia advokasi telah membentuk cara pandangnya dalam menghadapi persoalan, membangun komunikasi, serta menyelesaikan konflik. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting yang ingin diterapkannya apabila dipercaya memimpin FKSB.

Menurutnya, menangani berbagai persoalan hukum membutuhkan kemampuan manajemen, strategi, dan pendekatan penyelesaian yang tepat. Hal serupa juga diperlukan dalam mengelola organisasi yang memiliki beragam karakter, kepentingan, serta latar belakang kepemimpinan.

“Pengalaman menangani perkara hukum mengajarkan bagaimana mengelola persoalan agar dapat diselesaikan dengan baik. Prinsip tersebut juga bisa diterapkan di FKSB, yakni membangun kesamaan visi, menjaga kekompakan, memperkuat solidaritas, dan mengedepankan kebersamaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberagaman karakter dan pandangan di antara organisasi kemasyarakatan justru harus menjadi kekuatan bersama. Dengan komunikasi dan pengelolaan yang baik, FKSB diharapkan mampu menjalankan peran sebagai wadah aspirasi sekaligus mitra kritis pemerintah.

“FKSB menaungi banyak organisasi dengan warna, karakter, dan kepentingan yang berbeda. Tantangannya adalah bagaimana menyatukan berbagai perbedaan tersebut menjadi kekuatan bersama, sehingga ormas dapat berkontribusi sebagai gerakan sosial sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintah,” imbuh Doni.

Doni memandang FKSB memiliki posisi strategis karena menjadi wadah komunikasi bagi puluhan organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang. Jika dipercaya menjadi ketua, ia berkomitmen memperkuat hubungan kelembagaan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kota Semarang dan aparat penegak hukum.

Menurutnya, sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kesadaran hukum hingga tingkat kecamatan. Selain itu, komunikasi yang baik dengan aparat penegak hukum juga perlu diperkuat untuk mendukung terciptanya situasi Kota Semarang yang aman, tertib, tenteram, dan kondusif.

Program Kerja Berkelanjutan, Kantor Sekretariat dan Ambulans Gratis

Doni juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pendahulu FKSB, mulai dari Zainal Petir, Arnas, hingga Jumai, yang telah berkontribusi membangun dan mengembangkan organisasi tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan baik sekaligus melakukan pembenahan pada aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Menurutnya, FKSB ke depan perlu memiliki kantor sekretariat sebagai pusat kegiatan dan koordinasi organisasi. Program-program yang selama ini berjalan baik juga harus dipertahankan dan ditingkatkan. Sekretariat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi pusat komunikasi, bertukar pikiran, berbagi informasi, serta mempererat silaturahmi antaranggota ormas.

Melalui keberadaan sekretariat, para pengurus dan anggota ormas diharapkan memiliki ruang untuk saling bertukar gagasan untuk memperkuat organisasi. Selain itu, penguatan komunikasi dan koordinasi internal juga menjadi perhatian agar hubungan antarpengurus dan anggota ormas semakin harmonis.

Doni juga menawarkan gagasan baru yang berorientasi pada pelayanan sosial masyarakat. Salah satu program unggulan yang ingin diwujudkannya adalah pengadaan kendaraan operasional berupa ambulans gratis melalui FKSB untuk membantu kebutuhan warga Kota Semarang.

“Saya memiliki keinginan agar ke depan sekretariat FKSB dilengkapi kendaraan operasional berupa ambulans. Fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat Kota Semarang secara gratis, tanpa dipungut biaya. Harapannya, keberadaan FKSB tidak hanya dirasakan oleh anggota organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” terangnya.

Mendapat Dorongan Sejumlah Ormas

Terkait pencalonannya, Doni menegaskan bahwa langkahnya maju dalam bursa pemilihan Ketua FKSB bukan semata-mata didorong ambisi pribadi. Ia mengaku mendapat aspirasi dan dorongan dari sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan yang menginginkan suasana baru dalam kepemimpinan FKSB.

“Awalnya bukan saya yang berinisiatif mencalonkan diri sebagai ketua. Sejumlah teman dari organisasi kemasyarakatan justru menyampaikan harapan agar FKSB memiliki suasana baru dan dipimpin figur yang bisa membawa warna serta semangat berbeda untuk perkembangan organisasi ke depan,” ujarnya.

Doni mengungkapkan, pada awalnya ia tidak secara khusus merencanakan untuk maju sebagai calon ketua. Namun, berbagai masukan dan aspirasi dari rekan-rekan ormas membuatnya mulai mempertimbangkan kesempatan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap organisasi.

Ia mengaku sempat mempertimbangkan alasan serta harapan yang disampaikan para pimpinan ormas sebelum mengambil keputusan. Setelah mencermati berbagai masukan tersebut, Doni akhirnya memantapkan diri untuk mengikuti pemilihan Ketua FKSB sebagai bentuk kesediaannya menerima amanah.

“Setelah mendapat dorongan dan dukungan dari teman-teman ormas, saya akhirnya memantapkan niat untuk maju dengan mengucapkan bismillah. Saya memandang kepercayaan ini sebagai amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan. Karena itu, saya siap mengikuti kontestasi pemilihan Ketua FKSB dan berupaya memberikan yang terbaik bagi organisasi ke depan,” pungkasnya.(@)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses