
Buton Tengah, medianasional.id-Pemerintah kabupaten (Pemkab) Buton Tengah saat ini tengah fokus meningkatkan ekonomi masyarakat melalui.Geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan memberikan dampak langsung, khususnya di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kadiskominstaper) Kabupaten Buton Tengah, Laode Darmawan Hibali, S.STP, M.Si saat ditemui medianasional.id dikantornya, Lakudo, Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, Senin (17/10/2022) siang.
Dijelaskan, pariwisata dan ekonomi kreatif bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dan saling memberi dampak. Terutama para pelaku ekonomi kreatif, yang menurut UU No. 24/2019, didefinisikan sebagai nilai tambah kekayaan intelektual yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi dan warisan budaya.
“UMKM berperan penting dalam meningkatkan perekonomian nasional dengan kontribusi sektor UMKM terhadap produk domestik.Belum lama Menteri Koperasi berkunjung ke Buton Tengah bertujuan untuk mendorong Perkoperasian dan UMKM di Buteng”ujar Darmawan.
Menurutnya, pihaknya (Pemkab Buteng) optimis bahwa melalui Geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan memberikan dampak langsung, khususnya di sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.
“Kita punya teman-teman jurnalis, wartawan untuk membantu mendorong majunya perekoniman masyarakat melalui UMKM dan sektor Pariwisata di Buteng,” beber Darmawan.
Sebelumnya, dihari yang sama,Sekretaris daerah (Sekda) Buton Tengah (Buteng), Konstantinus Bukide, S.H, M.Si saat ditemui media ini di ruang kerjanya menyebut, bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Buton Tengah Tahun 2022 sebesar Rp.650 Miliyar lebih, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Buton Tengah tahun 2022 sebesar Rp.18 Miliyar yang kebanyakan diperoleh dari sektor Perikanan.
“Saat ini Pemerintah Buteng fokus mengembangkan potensi Pariwisata Goa, salah satu objek wisata unik yang tak dimiliki daerah lain. Ada Goa yang tak berair, maupun Goa yang berair,” ungkap Sekda.
“Menurut para ahli, bahwa Goa yang berada di Buton Tengah sama dengan Goa yang ada di Mexico. Bahkan Goa yang ada di Buteng lebih unik, dan akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati wisata meyelam didalam Goa di Buton Tengah,” sambungnya.
Sekda menambahkan, menurut para diver (penyelam) yang membuka sekolah selam di Bali, di Jakarta, luar negeri Malaysia untuk mendapatkan lisensi, sertifikat selam itu harus ke Buteng.”Penyelam Goa bisa mendapat lisensi harus terlebih dahulu menyelam di Goa bawah laut Buton Tengah,”terangnya.
Sekda mengaku, saat ini pihaknya (Pemkab Buteng) belum mendapatkam PAD dari sektor Pariwaisata dimaksud. “Makanya Pj Bupati Buton Tengah Muhammad Yusup, S.E, M.Si perubahan APBD 2022 membangun cottage karena selama ini orang datang ke Buteng untuk menyelam di Goa bawah laut itu tinggalnya di Bau-Bau,” katanya.
“Saat ini kita coba semua tamu-tamu yang datang tinggalnya di cottage sehingga daerah mendapatkan income (pendapatan), minimal masyarakat memperoleh pendapatan dari UMKM penjualan kelapa muda, kasuami, ikan bakar dan kuliner khas Buteng lainnya,” tandas Sekda. (Red)






