YOGYAKARTA, medianasional.id – Sebanyak 15 sekolah dasar dari tiga provinsi mengikuti Kompetisi Cerdas Cermat Juara Kelas Indonesia Regional V yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), 3–4 Oktober 2026.
Kompetisi tersebut mempertemukan sekolah dasar dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Para peserta berkompetisi dalam bidang literasi, numerasi, dan karakter untuk memperebutkan tiket menuju kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Penanggung jawab kegiatan, Mustari, M.Si., mengatakan seleksi Regional V merupakan bagian dari tahapan berjenjang menuju final tingkat nasional. Menurutnya, proses kompetisi tidak hanya menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga melatih kesabaran, ketelitian, keberanian, dan keuletan.
“Seleksi yang berjenjang dan ketat ini memberikan pengalaman kepada anak-anak bahwa untuk mencapai cita-cita diperlukan kesabaran dan keuletan,” ujar Mustari.
Pada babak penyisihan, 15 sekolah berusaha mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan menjawab berbagai pertanyaan yang menguji kemampuan literasi, numerasi, logika, serta kemampuan menyampaikan jawaban secara lisan.
Dari babak tersebut, tiga sekolah terbaik kemudian melaju ke babak final sebagai wakil masing-masing provinsi.
Ketiga finalis tersebut yakni SD Budi Utama dari DIY, SD IT Al Karimah Kuburaya dari Kalimantan Barat, dan SD Islam Internasional Al Abidin dari Jawa Tengah.
Persaingan di babak final berlangsung ketat. Para peserta dituntut mampu mempertahankan konsentrasi dan ketenangan di tengah tekanan waktu serta persaingan perolehan poin.
Hasil akhir menempatkan SD Islam Internasional Al Abidin sebagai juara pertama Regional V. Posisi kedua diraih SD Budi Utama, sedangkan SD IT Al Karimah Kuburaya menempati peringkat ketiga.
Dengan kemenangan tersebut, SD Islam Internasional Al Abidin berhak mewakili Regional V untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Pada tingkat nasional, para juara dari 10 regional akan kembali berkompetisi dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar 14 hari. Rangkaian tersebut mencakup karantina, pembekalan, pendampingan, hingga tahapan eliminasi sebelum memasuki Grand Final.
Kompetisi Juara Kelas Indonesia tidak hanya diarahkan untuk mencari peserta yang mampu menjawab soal dengan cepat. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak untuk mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, berpikir logis, komunikasi, sekaligus membangun karakter.
Melalui kompetisi, peserta belajar menghadapi tekanan, menghargai lawan, menerima hasil pertandingan, serta memahami bahwa keberhasilan membutuhkan proses dan ketekunan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan penguatan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang menekankan pentingnya pembentukan kebiasaan positif melalui pengalaman nyata, baik di lingkungan sekolah maupun dalam berbagai aktivitas pengembangan diri.
Bagi SD Islam Internasional Al Abidin, kemenangan di Yogyakarta bukanlah akhir perjalanan. Tiket menuju tingkat nasional menjadi tantangan baru untuk kembali menguji kemampuan bersama para juara regional lainnya.
Dari Yogyakarta, para peserta membawa lebih dari sekadar hasil pertandingan. Mereka membawa pengalaman tentang keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk belajar, kemampuan menghadapi tekanan, serta semangat untuk terus berkembang.
Pada akhirnya, menjadi juara bukan hanya tentang siapa yang berdiri paling tinggi di podium, tetapi juga tentang proses membentuk anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, berani, dan berkarakter. (Red).






