Marak PETI Pakai Alat Berat di Pulau Layang Merangin, Warga Desak APH Turun Tangan

Merangin539 Dilihat
MERANGIN, medianasional.id – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Pulau Layang, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, kian meresahkan warga. Kegiatan ilegal yang dinilai merusak lingkungan ini beroperasi secara terang-terangan dengan mengandalkan alat berat jenis ekskavator merek Sumitomo untuk mengeruk area tambang.
.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, alat berat yang beroperasi di lokasi tersebut diduga kuat milik seorang pria berinisial S, warga Kecamatan Tabir Barat.
.
“Informasinya, ekskavator Sumitomo yang main di dalam itu punya S, orang Tabir Barat,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pulau Layang, Mustofa, mengaku dilematis. Ia menyatakan pihak pemerintah desa sudah berulang kali mengeluarkan larangan, bahkan memasang spanduk imbauan di dekat jembatan desa agar tidak ada aktivitas PETI di wilayahnya.
.
“Saya sebagai kades sudah berkali-kali mengimbau masyarakat agar jangan ada yang bermain PETI di Pulau Layang. Spanduk imbauan pun masih terpasang. Jujur saya bingung karena aktivitas tambang ilegal ini masih saja berjalan, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” ujar Mustofa saat dikonfirmasi media.
.
Hingga berita ini ditayangkan, tim media telah berupaya meminta klarifikasi dari terduga pemilik alat berat melalui pesan singkat SMS dan WhatsApp. Namun, upaya konfirmasi tersebut belum mendapat respons ataupun jawaban resmi dari pihak yang bersangkutan.
.
Khawatir dampak kerusakan lingkungan semakin meluas, masyarakat Desa Pulau Layang mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil tindakan tegas. Warga meminta pihak kepolisian dan dinas terkait segera menggelar razia guna menyisir dan menertibkan seluruh aktivitas tambang emas ilegal di wilayah mereka.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses