Tidur Didepan Kediaman, Nakes RSUD Chasan Boesoirie Tagih Janji Gubernur Malut

Maluku Utara516 Dilihat

Medianasional.id

Ternate – Masa aksi kali ini tidak kenal lelah dalam menuntut agar hak-haknya terbayarkan, pasalnya ratusan Tenaga Kesehatan RSUD Chasan Boesoirie Ternate gencar menagih janji Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (AGK) terkait pembayaran tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 15 bulan yang disampaikan pada saat Haring bersama ratusan tenaga kesehatan tanggal 24 Desember 2022 lalu di halaman rumah sakit.

Setelah menduduki Bandara Sultan Babullah Ternate terkait dengan menunggu kepulangan Gubernur Maluku Utara kemarin, masa hari ini menduduki kediaman gubernur atau Rumah Dinas (Rumdis) Gubernur Maluku Utara di Ternate, Kamis, 19 Januari 2023.

Sekitar pukul 06:30 hingga pukul 13:30 WIT,  sebagian besar para tenaga kesehatan atau nakes menunggu kedatangan Gubernur Maluku Utara. Sementara perwakilan para Nakes, OKP dan LPP Tipikor dengan jumlah kurang lebih 10 orang  menunggu kedatangan Gubernur di Bandara Babullah dari Jakarta-Ternate sekitar pukul 07.00 hingga pukul 09.20 WIT.

Sementara harapan yang dinantikan oleh para Nakes, OKP (GPM Ternate dan GMNI Ternate) dan LPP Tipikor bertepuk sebelah tangan. Dimna Gubernur Maluku Utara dikabarkan masih berada di Jakarta, dan belum sempat bertolak ke Ternate.

Lebih mirisnya lagi, Massa kemudian ramai-ramai bergabung menduduki kediaman Gubernur di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Ternate Tengah Kota Ternate dengan membentangkan spanduk bertuliskan tiga poin tuntutan, diantarany meminta pemerintah daerah membayar TPP  Nakes RSUD Chasan Boesoirie sebanyak 15 bulan. Massa juga mendesak KPK segera menangkap dan mengadili Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba (atas perkara TPP) serta mendesak Mendagri segara mencopot jabatan Sekretaris Daeraha atau Sekda Maluku Utara Samsuddin A. Kadir.

Parahnya, para Nakes menunggu hingga sambil tidur di halaman depan kediaman gubernur dengan beralaskan karpet dan selembar kertas putih. Meski hingga begitu, hak-hak mereka masi saja terabaikan, walaupun bekerja siang hari dan malam untuk menyelamatkan banyak nyawa.

Koordinator RSUD Chasan Boesoirie Menggugat, Zainal Ilyas mengatakan, kedatangan pihaknya bersama para Nakes adalah menagih janji Gubernur Maluku Utara untuk membayar tambahan pengasilan pegawai.

” Meski hari ini belum ada titik terang, kami akan terus menagih janji Gubernur,” katanya.

Tak sampai disitu saja, Zainal Ilyas (Red-mengakhiri) pihaknya juga mendesak kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Provinsi Maluku Utara agar segera memanggil dan memeriksa tiga Dewan Pengawasan atau Dewas RSUD CB Ternate, diantaranya, Sekda Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Asset Daerah (BPKPAD), Ahmad Purbaya, serta Kepala Dinas Kesehatan Maluku Utara, Idhar Sidi Umar.

Sekedar diketahui berdasarkan informasi yang di himpun, masa aksi akan melakukan aksi besar-besaran dengan meminta agar 3 Dewas di priksa atas dugaan indikasi kasus korupsi di tubuh RSUD Chasan Boesoirie.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses